Kata Danny, Ngopi sambil Makan Taripang Bisa Hasilkan Duit Miliaran untuk Makassar

Kue taripang bakal jadi sajian khas di lorong wisata Makassar

Kata Danny, Ngopi sambil Makan Taripang Bisa Hasilkan Duit Miliaran untuk Makassar
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto (kiri) meresmikan lorong wisata percontohan di Kelurahan Lariang Bangi, Kecamatan Makassar, Selasa (9/11/2021). (IST)












KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh. Ramdhan Pomanto punya ekspektasi besar menjadikan kue tradisional Taripang sebagai camilan utama sambil menyeruput kopi.


Ambisi Danny, sapaan Ramdhan Pomanto, tidak lepas dari tingginya angka penikmat kopi dan teh di Kota Makassar. Dia menyebutkan orang yang minum kopi di Kota Daeng mencapai 1 juta berdasarkan hasil survei.


Jika kue Taripang dijadikan camilan pendamping saat ngopi, kata Danny, maka hal itu bisa menghasilkan duit miliaran rupiah untuk Kota Makassar.


"Survei kami ada 1 juta orang minum teh dan kopi di Makassar, kalau kita dampingi dengan komoditi kue taripang yang cocok dengan minuman kopi, maka ada Rp2 miliar uang yang berputar dan setahun bisa Rp750 miliar," ujar Danny saat meresmikan lorong wisata percontohan di Jalan Bambapuang, Makassar, Selasa (9/11/2021).

Kue tradisional Taripang. (Foto: Cookpad)


Untuk menjadikan kue berbahan gula merah tersebut sebagai kuliner pendamping kopi di Makassar, Danny menerapkan hal itu pada program lorong percontohan pariwisata.


Di lorong pariwisata, Taripang bakal menjadi sajian utama. Danny mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan inisasi tersebut untuk memperkuat peran UMKM di lorong-lorong kota Makassar. 


“Kita mulai dari hal-hal yang sederhana mulai dari perkuat UMKM, hari ini kita mulai dari komoditi kopi dan taripang," tutur Danny.


Sementara itu, konsep lorong wisata merupakan pengembangan lorong yang sudah dilakukan selama ini. Danny menargetkan akan ada seribu lorong wisata yang berada di 15 kecamatan. Pengembangan wisata lorong tersebut akan diawasi dengan kendaraan listrik melalui program Co'mo. 


“Setelah serial lorong sebelumnya yakni lorong garden dan Badan Usaha lorong, ini ada lorong wisata. Kita akan buat sebanyak 1.000 wisata dan Co'mo akan bertugas mengelilingi setiap lorong dan mngakomodir 15 kecamatan secara gratis,” sebutnya.


Oleh karena itu, Danny berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat agar UMKM pada lorong bisa bangkit dan memulihkan ekonomi Makassar sesuai dengan program yang terangkum dalam Makassar Recover.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B