Skip to main content

Kasusnya Dilimpahkan ke Polisi, Haris Tappa Terancam Pidana 1 Tahun Penjara

DPRD Gowa
Wakil Ketua DPRD Gowa, Abdul Haris Tappa.

 

KABAR.NEWS, Gowa - Kasus yang menyeret Wakil Ketua DPRD Gowa, Abdul Haris Tappa kini telah dilipahkan ke pihak Polres Gowa. Pelimpahan kasus Haris Tappa ini telah dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gowa sejak Kamis (3/1/2019) lalu.


"Kami telah melimpahkan berkas kasus ini kepada kepolisian. Jadi sekarang dalam proses penyelidikan oleh kepolisian, statusnya lagi lidik oleh polisi. Memakan waktu 14 hari," ungkap Ketua Bawaslu Gowa, Samsuar Saleh, Selasa (8/1/2019).


Baca Juga:


Lanjutnya, setelah pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, kasus Haris Tappa kemudian akan dilimpahkan ke kejaksaan guna proses penuntutan. 


Sekedar diketahui, kasus ini mencuat ketika muncul dugaan saat Abdul Haris Tappa melakukan reses ke kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, beberapa waktu lalu yang dianggap sebagai pelanggaran pemilu. 


Pasalnya, dalam kampanye berkedok reses tersebut melibatkan ASN dan menggunakan fasilitas negara. 


"HT melakukan pelanggaran pelibatan ASN dalam kampanye. Reses itu juga melakukan penggunaan fasilitas negara juga. Sebenarnya kegiatan itu adalah reses. Tapi didalamnya ada kegiatan kampanye dan melibatkan ASN," ungkap Samsuar.


Haris Tappa diduga melanggar undang-undang pemilu pasal 493 jo 280 ayat 2 terkait pelibatan ASN dan 521 jo 280 ayat 1 terkait penggunaan fasilitas negara. Bila terbukti, maka Abdul Haris Tappa terancam pidana maksimal 1 tahun penjara.


Tak hanya Haris Tappa, Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu Gowa, Juanto Avol mengatakan, Lurah Bontoramba, Somba Opu, Abdul Latif juga terancam pidana.


Menurutnya, pelanggar Abdul Latif terkait pasal 493 jo 280 ayat 3 dengan masa kurungan kurang lebih tiga tahun penjara.


"Kalau Abdul Latif terlibat kampanye dan Haris Tappa melibatkan ASN dan memakai fasilitas negara," demikian Juanto.

  • Afrilian Cahaya Putri