Skip to main content

Kasus PLTU Riau, Idrus ke Johannes Kotjo: 'Bang, Dinda Eni Butuh Bantuan'

a
Tersangka kasus korupsi dugaan proyek PLTU Riau -1, Idrus Marham di Gedung KPK. (Handover)

KABAR.NEWS, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Ferdinand Worotikan, mengungkap dalam dakwaannya bahwa tersangka dugaan korupsi PLTU Riau 1, Eni Maulani Saragih pernah meminta uang Rp10 miliar ke terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo atau Johannes Kotjo.

Permintaan duit Rp10 miliar ke Johannes Kotjo untuk membantu kepentingan pencalonan suami Eni, Muhammad Al Khadziq,  sebagai calon Bupati di Pilkada Temanggungg 2018. Tapi kata Jaksa, permintaan Eni ditolak Johannes Kotjo selaku pemilik saham PT Blackgold Natural Resourced Limited yang mengincar proyek PLTU Riau 1.

"Namun, terdakwa menolak permintaan tersebut dengan mengatakan: saat ini cashflow lagi seret," kata Jaksa KPK saat membacakan dakwaan Johanes Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/10/2018) dilansir dari kumparan.

Gagal melobby Johannes Kotjo untuk mengucurkan duit Rp10 miliar, maka Eni Saragih disebut dalam dakwaan itu mengajak Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menemui Johannes di kantornya pada 5 Juni 2018. Mengajak Idrus, sebagai cara Eni memuluskan permintaan tersebut.


Baca Juga:

Idrus, kata Jaksa KPK, membujuk Johannes agar memberikan uang ke Eni. Terlebih, Eni yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi VII telah berupaya agar perusahaan PT Blackgold Natural Resourced Limited mendapat tempat di proyek PLTU Riau 1. 

"Idrus Marham meminta terdakwa memenuhi permintaan Eni dengan mengatakan: tolong adik saya ini dibantu, buat pilkada," tutur Jaksa Ronald. 

Belum cukup sampai di situ. Menurut dakwaan Jaksa, pada 8 Juni 2018, Eni kembali meminta Idrus Marham agar menghubungi Johannes terkait keperluan Pilkada Temanggung. Merespon permintaan Eni sebagai 'Dinda', Idrus yang mantan Menteri Sosial akhirnya menghubungi Johannes lewat Whatsapp.

"Ada pun pesan Idrus itu berbunyi, Maaf bang (Johannes), dinda (Eni) butuh bantuan untuk kemenangan Bang, sangat berharga bantuan Bang Koco (Johannes). Thanks sebelumnya," imbuh Jaksa membacakan pesan Idrus dalam dakwaan. 

Lobby Idrus via whatsapp diamini Johannes, meski tak sesuai dengan jumlah permintaan Eni.  "Terdakwa (Johannes) memberikan uang sejumlah Rp 250 juta kepada Eni melalui perantara bernama Tahta Maharaya di kantor terdakwa (Johannes)," ungkap Jaksa Ronald. 

Jaksa KPK mendakwa Johannes Kotjo telah menyuap Eni dan Idrus sebesar Rp 4,75 miliar. Menurut Jaksa, rincian uang itu digunakan sebesar Rp4 miliar untuk Munaslub Golkar, Rp500 juta untuk Eni, dan Rp 250 juta untuk kepentingan Pilkada suami Eni.