Skip to main content

Kasus NIK Ilegal, Polisi Selidiki Keterlibatan Oknum Telkomsel

Telkomsel
Kapolrestabes Makassar Kombes. Pol. Yudhiawan beserta jajarannya saat merilis kasus pemalsuan data yang melibatkan lima tersangka di Mapolrestabes Makassar, Senin (8/6/2020).(KABAR.NEWS/ Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Belum lama ini, aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengungkap sindikat bisnis penjualan kartu perdana seluler yang menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara ilegal. 


Polisi mengungkap kasus tersebut setelah maraknya akun-akun anonim atau akun palsu yang menyebar berita bohong atau hoax di media sosial (medsos) dan menyudutkan pihak tenaga kesehatan terkait pandemi Covid-19.


Kasus yang melibatkan oknum dinas kependudukan dan cacatan sipil (Disdukcapil) ini sampai sekarang masih diselidiki pihak kepolisian. Apa lagi ada nama provider penyedia kartu seluler, Telkomsel, dalam kasus ini.


Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya keterlibatan oknum pihak Telkomsel. Hanya saja, kata Yudhiawan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya campur tangan dari pihak provider tersebut dalam kasus yang menetapkan lima orang tersangka ini.


"Belum ada (keterlibatan Telkomsel). Saya bilang belum ada yah," tandas Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, kepada Kabar.News via Whatsapp, Senin (6/7/2020) malam.


Menurut perwira polisi berpangkat tiga bunga melati ini, untuk sementara, keterlibatan pihak Telkomsel dalam kasus ini hanya sebatas menjual kartu perdana ke pada para tersangka."Telkomsel hanya menjual, yang salah itu ada dari catatan sispil (dukcapil) kenapa kok data itu (NIK) bisa beredar," jelasnya. 


BERITA TERKAIT: Bisnis Kartu Perdana Pakai NIK Ilegal Libatkan Oknum Dukcapil 


Terkait kabar ditangguhkannya penahanan tersangka, orang nomor satu di lingkup Polrestabes Makassar ini membantah. Kata dia, kasusnya sampai sekarang masih berjalan di penyidik untuk segera dirampungkan.


"Tidak ada itu (penangguhan). Kasusnya masih lanjut itu. Masih menunggu keterangan (saksi) ahli. Soal wajib lapornya saya tanya dulu kasat reskrim yah," ujarnya.


Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Makassar mengungkap sindikat bisnis penjualan kartu perdana seluler menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) ilegal. Sindikat ini dikaitkan polisi terlibat menyebarkan hoaks dan sintemen terhadap tim medis.


Lima pelaku pemalsuan NIK untuk kartu perdana tersebut yakni Edward Mangina alias Edo (47), Since Safitri (25), dan Hariyani (20). Mereka diamankan di Jalan Sungai Saddang, Makassar, Jumat (5/6/2020).

 

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan, kartu perdana ilegal milik provider Telkomsel ini sering kali digunakan untuk penipuan "Sobis" dengan modus hadiah dan transfer pulsa.

 

"Kemudian yang paling fatal adalah digunakan untuk menyebarkan berita-berita hoaks yang sering tersebar. Apa lagi sekarang dimasa pandemi yang mendiskriminasi profesi tenaga medis, ini adalah berita-berita hoaks akibat kartu-kartu ini," ujar Kombes Yudhiawan di Mapolrestabes Makassar, Senin (8/6/2020).


Kata Yudhiawan, kelompok pemalsuan data ini melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk melancarkan aksinya. Yudhi menyebut, mereka bekerja sama dengan oknum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).


"Modusnya bekerja sama dengan karyawan, ada buka rekening, kemudian memasarkan melalui media sosial (FB, WA, dan lainnya). Pembelinya ini dari berbagai daerah sisa langsung kirim. Ada juga pihak yang melakukan register. Ada juga pihak penyedia data berkordinasi dengan dinas kependudukan, ada juga memberi data kependudukan. Semua sudah kita tangkap ada lima orang, perannya masing-masing ada," kata dia.


Penulis: Reza Rivaldy/A


 

 

Flower

 

loading...