Skip to main content

Kasus Jembatan Bosalia, Eks Kadis PUPR Jeneponto Diserahkan ke Jaksa

Kasus Jembatan Bosalia, Eks Kadis PUPR Jeneponto Diserahkan ke Jaksa
Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Bosalia, Abdul Malik, saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jeneponto, Jumat (7/8/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Berkas perkara kasus dugaan korupsi Jembatan Bosalia telah dilimpahkan penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel)


Tersangka dalam kasus ini adalah Mantan Kepala Dinas PUPR Jeneponto, Abdul Malik. Dia dilimpahkan bersama barang bukti pada Jumat (7/8/2020).


Baca juga: Gegara Tak Pakai Masker, Mahasiswa Demo Diusir

Pantauan KABAR.NEWS, tersangka Abdul Malik dibawa ke Kejari Jeneponto dikawal oleh polisi dan dua warga sipil. Dia dampingi saat hendak Salat Jumat. Abdul Malik terlihat memakai masker dan menggunakan baju kemeja.


"Tadi Polres Jeneponto menyerahkan tsk kasus dugaan korupsi Abdul Malik sekira pukul 11.00 wita," ujar Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jeneponto Saud Malatua kepada KABAR.NEWS.


Saud bilang, tersangka yang pertama itu berjumlah 3 orang, beberapa bulan kemudian bertambah satu orang dan terakhir adalah Abdul Malik.

 

Dia menambahkan, bahwa berkas 5 tersangka tersebut semuanya telah dinyatakan P21. Kata dia, berkas-berkas pembangunan jembatan bosalia juga sudah P21.


"Yah kan! sekarang tetap tersangka, kan berkas perkara lima tersangka itu sudah P21 semua, berkas-berkas jembatan pembangunan bosalia sudah P21 semua," ucapnya.


Baca juga: Dandim Jeneponto Diganti, yang Baru Klaim Tak Alergi Kritik

Kata dia, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan bosalia, Abdul Malik terlibat selaku pengguna anggaran. Saud mengungkapkan, bahwa penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tersebut itu pada tahun 2016 dan kerugian ditaksir Rp669 juta.


"Penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tahun anggaran 2016, dan kerugian sebesar Rp669 juta," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A

 

Flower

 

loading...