Kasus "IDI Kacung WHO" Hakim Vonis JRX 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Lebih ringan dari tuntutan Jaksa

Kasus "IDI Kacung WHO" Hakim Vonis JRX 1 Tahun 2 Bulan Penjara
I Gede Ari Astina atau JRX. (Screenshot/YouTube)

KABAR.NEWS, Denpasar - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menjatuhkan hukuman vonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp10 juta kepada musisi I Gede Ari Astina atau JRX dalam kasus ujaran kebencian "IDI Kacung WHO".


Dalam sidang yang berlangsung Kamis (19/11/2020), Hakim menilai Jrx selaku terdakwa terbukti menyebarkan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena menyebut kacung World Health Organization (WHO) dalam akun Instagramnya @jrxsid.


"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Gede Aryastina dengan pidana penjara 1 tahun 2 bulan dan denda sebesar Rp 10 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana 1 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim yang diketuai Ida Ayu Adnya Dewi, seperti dikutip Kumparan.


Vonis Hakim PN Denpasar, lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta hakim menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun terhadap penabuh drum Superman Is Dead itu.


Menurut JPU yang dipimpin Jaksa Otong Hendra Rahayu, menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Juncto Pasal ayat (1) KUHP. 


Selain dituntut hukuman badan, Jrx turut dituntut membayar denda sebesar Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan.


Jrx merupakan salah satu figur yang lantang menyebut pandemi Covid-19 hanya sekadar konspirasi belaka. Ia juga mengkritik protokol penanganan pasien di rumah sakit selama pandemi yang harus melakukan rapid test Covid-19 sebelum ditangani dokter.


Buntutnya pada 16 Juni 2020, suami dari Nora Alexandra itu memposting gambar berisi komentar di Instagram Juni tentang "IDI Kacung WHO".


"gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang kan melahirkan dites CV19. Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tesnya bikin stress dan menyebabkan kematian pada bayi/ibu, siapa tanggung jawab," tulis postingan JRX.


Akibatnya, IDI Provinsi Bali melaporkan postingan tersebut polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pelanggaran atas UU ITE.