Kasus Human Traficking Terkendala, Polisi : Korban Menghilang

Polisi belum menahan tiga tersangka

Kasus Human Traficking Terkendala, Polisi : Korban Menghilang
Ilustrasi human trafficking.int






KABAR.NEWS, Makassar- Perjalanan kasus dugaan perdagangan manusia atau Human Trafficking yang ditangani Kepolisian Resor (Polrestabes) Makassar, menuai sejumlah kendala.

Korban LL disebut menghilang saat polisi hendak memintai keterangan untuk memeriksa seluruh orang yang teridentifikasi mengetahui alur kasus ini.

"Bagaimana mau dipercepat kasusnya, korbannya saja menghilang. Dia menghindar. Kasian penyidik bolak-balik kirim surat panggilan," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul saat dikonfirmasi wartawan. Minggu (31/1/2021).

Kata Agus, pihaknya sudah berulangkali mendatangi rumah remaja putri berumur 17 tahun tersebut. Namun, tidak pernah berada di tempat.

"Tidak pernah ada di rumahnya itu anak. Padahal kita mau ambil keterangannya untuk periksa saksi yang lain," ungkap Agus.

Perwira polisi berpangkat satu bunga melati itu mengungkapkan, itulah salah satu faktor yang membuat pihaknya belum menahan tiga tersangka. "Tapi karena kondisinya begini makanya agak lama penahanan (tersangka),"ucapnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan perdagangan manusia ini pertama kali dilaporkan oleh pria bernama Lukman Hakim (30). Tokoh pemuda Kecamatan Ujung Tanah ini mengadu ke P2TP2A setelah mendengarkan pengakuan korban LL yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

LL nekat kabur dari tempat penampungannya di dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sebelum di kirim ke Dobo, Maluku. Di hadapan petugas P2TP2A, Lukman bersama korban mengungkap kasus ini.

Selain hendak dikirim ke Dobo, Provinsi Maluku, untuk dipekerjakan di tempat hiburan malam, korban dan keluarganya juga diminta untuk mengganti rugi semua biaya selama LL dirawat tiga terduga pelaku.

"Ditawari uang Rp15 juta kalau sudah tiba di Dobo, tapi harus dampingi laki-laki minum," ungkap Lukman, beberapa waktu lalu.


Penulis : Reza Rivaldy/B