Kasus Gratifikasi Nurdin Abdullah, KPK Sudah Geledah 4 Titik di Makassar

KPK menyita 3 koper berisi barang bukti dari Kantor Dinas PUTR Sulsel.

Kasus Gratifikasi Nurdin Abdullah, KPK Sudah Geledah 4 Titik di Makassar
Seorang tim KPK menyita koper berisi barang bukti usai penggeledahan di Kantor Dinas PUTR Sulsel, Selasa (2/3/2021). (Foto: KABAR.NEWS/Darsil Yahya)






KABAR.NEWS, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan penggeledahan terkait kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rachmat. Setidaknya sudah ada empat titik didatangi dan digeledah KPK. 

Seorang tim KPK yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan sudah empat titik di Kota Makassar didatangi untuk dilakukan penggeledahan. Empat titik digeledah KPK, yakni kantor Dinas PUTR Sulsel, rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah pribadi Nurdin Abdullah, dan Kantor Gubernur Sulsel. 

"Sudah empat titik (digeledah). Dinas PUTR Sulsel, rumah pribadi, Kantor Gubernur Sulsel dan Rujab Gubernur Sulsel," ujarnya usai penggeledahan di kantor Dinas PUTR Sulsel, Selasa (2/3/2021). 

Sebelumnya diberitakan, tim KPK melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUTR Sulsel selama kurang lebih tujuh jam. Dalam penggeledahan tersebut, tim KPK menyita 3 koper barang bukti. 

Tim KPK terlebih dahulu memeriksa sebuah mobil terparkir di depan pintu masuk Kantor Dinas PUTR Sulsel. Belum diketahui pasti siapa pemilik mobil yang digeledah KPK. Mobil tersebut berwana hitam tipe Toyota Hulux dengan nomor polisi DD 8921 SK. 

Penggeladahan dikawal ketat pihak kepolisian bersenjata lengkap. Usai melakukan penggeladahan, Tim KPK langsung pergi meninggalkan kantor Dinas PUTR Sulsel tanpa memberikan sedikitpun keterangan kepada awak media yang sejak pagi tadi menunggu jalannya penggeladahan tersebut.

Penulis: Darsil Yahya/A