Skip to main content

Kasus Dugaan Korupsi Ketapang Kencana Makassar Kini Bergulir di Kejari

Polda Sulsel Tahap Duakan Kasus Dugaan Korupsi Ketapang Kencana Makassar
Pohon ketapang kencana Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel melimpahkan tersangka dan barang bukti atau melanjutkan ke tahap dua, kasus dugaan korupsi pohon Ketapang Kencana di lingkup Pemerintah Kota Makassar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel).


Baca juga: Taruna ATKP Meninggal, Orang Tua: Mana 9 Senior Lainnya, Masa Hanya Menonton?

Hal tersebut dikatakan Kasubdit III unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, Senin (11/2/2019). Dia mengatakan kasus dugaan korupsi pohon Ketapang telah dilakukan tahap dua siang tadi.


"Benar. Kasus Ketapang Kencana telah dilakukan tahap dua tadi siang," beber Kompol Yudha kepada
KABAR.NEWS, via telepone.


Dalam kasus ini, Polda Sulsel telah menetapkan empat orang tersangka. Masing-masing, H Abd Gani Sirman (59) pensiunan PNS, Ir Budi Susilo (55) PNS, Ir Buyung Haris (59) Honorer Pemkot Makassar, dan Drs Abu Bakar Muhajji (60), pensiunan PNS. 


Sehingga dengan tahap dua tersebut, para pelaku ini juga diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar melalui Kejati Sulsel. Dan selanjutnya, mereka di titipkan di Rutan (Rutan) Makassar untuk mengikuti rangakaian persidangan.


Diketahui dalam kasus dugaan korupsi pohon Ketapang Kencana dalam pagu atau batas tertinggi anggaran dalam proyek ini sebanyak Rp 6.918.000.000 sedangkan perkiraan hanya terealisasi sebanyak Rp5.027.263.000 sehingga Kasus ini diduga terjadi mark up harga di pohon ketapang dan juga kurang volume item pekerjaan dan pohonnya.


Baca juga: Tipidsus Kejati Sulsel Siap "Beraksi" Usut Dugaan Suap Proyek Irigasi di Bulukumba

Dalam penentuan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, penyidik Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel sempat melakukan pemeriksaan penyelidikan kurang lebih sepekan dan memeriksa saksi kurang lebih dari 20 orang dan salah satunya merupakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan "Danny" Pomanto.


  • Lodi Aprianto

 

loading...