Skip to main content

Kasus di Sulsel Melonjak, Gubernur NA Belum Tetapkan Darurat Corona

Kasus di Sulsel Melonjak, Gubernur NA Belum Tetapkan Darurat Corona
Ilustrasi pandemi Virus Corona Covid-19. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Kasus positif Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melonjak jadi 13 menurut data yang diumumkan pemerintah pada Rabu (25/3/2020).


Jumlah tersebut bertambah 11 sejak kasus pertama di Sulsel diumumkan pada 19 Maret. Pasien bernomor 285 sebagai kasus pertama, dinyatakan meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan positif corona dikeluarkan pemerintah.


Baca juga: Kadinkes Sulsel Enggan Sebut Prof Idrus Positif Covid-19


Meningkatnya kasus Covid-19 di Sulsel dalam rentang waktu sepekan terakhir belum mendorong Pemprov Sulsel atau Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 untuk menetapkan wilayah ini dengan keadaan darurat corona.


Kepala Dinkes Provinsi Sulsel dokter Ichsan Mustari mengatakan status waspada atau siaga Covid-19 di Sulsel merupakan wewenang Gubernur Nurdin Abdullah (NA) untuk menetapkan.


"Terkait bahwa bagaimana statusnya apakah waspada atau siaga, saya tidak punya kapasitas mendesak Pak Gubernur Sulsel," ujar Ichsan Mustari dalam video conference, Rabu malam.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulsel itu mengaku melaporkan setiap perkembangan kasus Corona di wilayahnya kepada NA. Termasuk, melaporkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini berjumlah 89 atau 81 persen masih di rumah sakit.


Ichsan Mustari meminta publik untuk menunggu keputusan Nurdin Abdullah apakah akan meningkatkan status bencana non alam ini di Sulsel atau tidak, dengan pertimbangan meningkatknya jumlah pasien corona.


"Terkait hal ini, kita tunggu saja. Saya kira pemerintah provinsi dan kabupaten Kota juga sangat serius untuk menyelesaikan atau mengurangi penyebaran Covid-19 ini," tandas Ichsan.


Baca juga: Dinkes Tolak Beberkan Lokasi dan RS Pasien Corona di Sulsel


Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, status keadaan darurat bencana Covid-19 ditetapkan pemerintah tingkat daerah provinsi dan kabupaten kota melalui kepala daerah masing-masing berdasarkan rekomendasi pihak terkait.


Di Indonesia, hingga kini ada sejumlah provinsi yang telah menetapkan siaga darurat corona antara lain, Provinsi DKI Jakarta (463 kasus), D.I Yogyakarta (17 kasus), Jawa Timur (51 kasus), Jawa Barat (73 kasus), Provinsi Banten (67 kasus), Jawa Tengah (38 kasus) dan Papua (3 kasus).


Penulis: Darsil Yahya/CP/B

 

loading...