Skip to main content

Kasus Corona Meningkat, Buhari Kahar: Masjid Mesti Terapkan "Physical Distancing"

Kasus Corona Meningkat, Buhari Kahar: Masjid Mesti Terapkan "Physical Distancing"
Buhari Kahar Muzakkar. (KABAR.NEWS/Arya)

KABAR.NEWS, Makassar - Melonjaknya kasus positif Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menjadi perhatian dan kekhawatiran Mantan Anggota DPRD Sulsel dua periode, Buhari Kahar Muzakkar.


Hingga Kamis ini (26/3/2020), jumlah kasus corona di Sulsel sudah mencapai 27. Angka tersebut bertambah 14 dari sehari sebelumnya berjumlah 13 dan 3 dinyatakan meninggal dunia. Belum lagi jumlah orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan yang terus bertambah.


Baca juga: Darurat Corona, Lockdown Makassar Tunggu Izin Nurdin Abdullah


Kondisi tersebut menurut Buhari harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat untuk turut mengambil peran agar wabah Covid-19 tidak semakin merebak di Sulsel. Diantaranya dengan menerapkan Physical Distancing atau menjaga jarak diri antara jemaah di masjid.


Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan edaran agar sementara waktu ibadah di masjid ditiadakan, namun pengalaman Buhari edaran tersebut tak efektif meredam langka umat ke masjid.


"Saya perhatikan edaran MUI ini belum diindahkan jemaah atau umat Islam secara keseluruhan, seperti pada jumat yang lalu sebagian masjid tetap melaksakan Salat Jumat dan begitu juga dengan salat berjamaah untuk 5 waktu di masjid," kata Buhari kepada KABAR.NEWS via telpon, Kamis (26/3/2020).


Ketua PB KKL Raya itu berpendapat, memang tak mudah untuk merubah perilaku masyarakat agar tidak ke masjid pada situasi sekarang ini, karena praktik ibadah tersebut terkait dengan keyakinan dan juga ada perasaan masih aman.


"Saya pribadi juga tetap ke masjid salat berjamaah, tapi tidak seluruhnya dengan 5 waktu. Dan sering juga muncul dalam benak saya, mudah - mudahan di antara kita jamaah ini tidak ada yang suspek corona yang bisa menularkan ke jamaah lainnya," cerita Buhari.


Menurut Buhari, masjid-masjid di Sulsel yang tetap melaksakan shalat secara jemaah agar kiranya menerapkan Physical Distancing atau jarak fisik antara individu.


Caranya, lanjut Buhari, dengan lebih melebarkan jarak antar shaf/barisan dan jarak antar jemaah ke samping sejauh 1 meter. Sepengetahuannya, model ini sudah diterapkan seperti Masjid Salman di ITB Bandung dan juga beberapa masjid di Surabaya.


Baca juga: Arti Social Distance yang Sebenarnya Menurut Rektor UIN 


"Saya berharap kiranya MUI atau Dewan Masjid Indonesia bisa menerbitkan edaran ke masjid-masjid terkait penerapan Physical Distancing ini, bagi masjid-masjid yang tetap melaksanakan salat berjamaah selama musim corona ini," pinta Buhari.


"Karena itulah fenomena yang ada tak gampang meniadakan salat berjamaah di Masjid dan di sisi lain kita juga tidak berharap masjid menjadi tempat penyebaran virus corona," tandas Buhari Kahar.

 

loading...