Skip to main content

Kasihan! Tayangan Kartun SpongeBob SquarePants Kena Sanksi Gegara Ini

Spongebob
Twitter Spongebob SquarePants / (Ist)

KABAR.NEWS, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi terhadap tayangan kartun SpongeBob SquarePants. Tontonan keluarga dalam kategori serial itu disanksi karena dianggap menayangkan pertunjukan yang mengandung unsur kekerasan. 

 

"Selain itu ditemukan pula pada 22 Agustus 2019 mulai pukul 15.06 terdapat adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu," ujar Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo dilansir KABAR.NEWS dari Kompas.com, Minggu (15/9/2019). 

 

 Sanksi yang diberikan KPI untuk ‘Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie’ berupa teguran tertulis. Tayangan animasi tersebut, merupakan bagian dari 14 program yang disiarkan televisi dan radio yang ditegur oleh lembaga penyiaran itu. 

 

Aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) Tahun 2012 menjadi dalih KPI untuk memberikan sanksi. Mulyo menyebut adegan-adegan tersebut melanggar P3 Pasal 14 Ayat 2 tentang perlindungan kepada anak dan Pasal 21 Ayat 1 tentang penggolongan program siaran. 

 

Tayangan itu disebutkan juga melanggar SPS Pasal 15 Ayat 1 tentang perlindungan anak-anak dan remaja dan Pasal 37 Ayat 4 Huruf A tentang klasifikasi R atau Remaja. 

 

Sanksi teguran diberikan KPI kepada penanggungjawab program. "Sesuai UU teguran tertulis karena baru sekali ditemukan pada program tersebut," ujar Mulyo.

 

Selain animasi Spongebob Squarepants, 13 program lain yang diberikan sanksi adalah program siaran jurnalistik “Borgol” GTV, "Ruqyah" Trans 7, "Rahasia Hidup" ANTV, "Rumah Uya" Trans 7, dan "Obsesi" GTV.

 

Beragam jenis pelanggaran yang ditemukan KPI dari program-program itu. Diantaranya seperti, adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, dan konflik pribadi. 

 

Selain itu, ada juga dialog dan gerakan sensual, ungkapan kasar, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, adegan berbahaya, privasi, dan pelecehan status kelompok tertentu. 

 

Selain itu, ada pula adegan kesurupan, penampakan menyeramkan serta proses pemanggilan arwah di luar jam tayang sesuai peraturan. Hal itu dinilai sangat bertentangan dengan SPS tentang pelarangan program supranatural, horor, dan mistik.

 

Sumber : Kompas.com

 

 

loading...