Skip to main content

Karya Ilmiah 6 Dosen STAI DDI Makassar masuk ICEE 2020 STIE Amkop

Ddi makassar

Ilustrasi STAI DDI Makassar. (IST)


KABAR.NEWS, Makassar - Enam dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad (STAI DDI) Makassar, akan memaparkan karya ilmiah pada International Colloquium on Environmental Education (ICEE) 2020.

 

ICEE merupakan pertemuan ilmiah berskala internasional yang digelar oleh Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) di kampus STIE Ampkop Makassar, pada 4 sampai 6 Juni 2020.

 

Ketua Bersama Konferensi ICEE Dr. Ismail Suardi Wekke mengatakan, keenam dosen STAI DDI tersebut berstatus sebagai penulis pertama dan beberapa tulisan dirampungkan bersama dengan sejumlah dosen dari berbagai kampus di Makassar.

 

Menurut Suardi, isu lingkungan hidup yang merupakan tema sentral dalam konferensi ilmiah ini tidak lepas dari perkembangan diskursus di ranah akademik secara global.

 

Dia berpendapat, lingkungan hidup yang baik dan sehat menjadi hak mutlak bagi setiap warga negara untuk didapatkan, karena penurunan kualitas lingkungan dapat berpengaruh terhadap kelayakan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

 

"Untuk itu, Indonesia perlu mengatasi kerusakan lingkungan yang terjadi serta menjaga potensi dan eksistensi hutan negaranya. Dalam hal ini pemerintah Indonesia berusaha untuk mengambil perannya untuk mengatasi permasalahan berikut dengan dikeluarkannya undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan lingkungan hidup," ujar dalam keterangan tertulisnya kepada KABAR.NEWS, Rabu (3/6/2020).

 

Di luar konteks kegiatan tersebut, Suardi mengatakan, semua sektor termasuk perguruan tinggi harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan bebas dan revolusi teknologi komunikasi.

 

"Daya saing sebuah perguruan tinggi, tidak akan terlepas dari keterpaduan tripartite (meliputi unsur lembaga, dosen dan mahasiswa) sebagai bagian integral dari perguruan tinggi tersebut," katanya.

 

Kelemahan salah satu unsur dapat mempengaruhi unsur yang lainnya. Oleh sebab itu, lanjut Suardi, ketiganya harus membentuk suatu sinergi melalui manajemen kualitas terpadu, agar diperoleh kualitas pendidikan yang baik serta mampu bersaing di tingkat regional dan global.

 

Menurut Suardi, pengetahuan yang diberikan perguruan tinggi juga tertinggal karena tidak mengikutsertakan riset dan kemampuan dosen dalam mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi.

 

"Dalam usaha untuk mendapatkan peluang dalam era persaingan bebas, maka kita harus dapat menggali keunggulan-keunggulan bersaing kita di segala bidang, termasuk bidang pendidikan tinggi. Oleh sebab itu perguruan tinggi di tanah air harus siap bersaing dan siap bekerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri," tandas dosen IAIN Sorong Papua ini.

 

Flower

 

loading...