Kapolres Jeneponto sebut Penggusuran 7 Rumah sudah Lalui Proses Mediasi

* Proses eksekusi dikawal ratusan polisi

Kapolres Jeneponto sebut Penggusuran 7 Rumah sudah Lalui Proses Mediasi
Proses eksekusi tujuh rumah di Jeneponto, Sulsel, Kamis (29/9/2022). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Polres Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya tujuh eksekusi rumah dan tanah di lingkungan Bungung Lompoa, Kelurahan Bontotangga, Kecamatan Binamu, Kamis (29/9/2022).


"Untuk personel yang kami libatkan 250 yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP dan Kesehatan serta elemen masyarakat," kata Kapolres Jeneponto AKBP Andi Erna Suryono kepada KABAR.NEWS di lokasi eksekusi.


Dia menjelaskan, tujuh unit rumah hari ini dibongkar setelah Pengadilan Negeri Jeneponto mengeluarkan putusan inkrah. 


"Ini ada tujuh unit rumah yang kemudian dinyatakan putusan inkrah dari pengadilan, jadi untuk hari ini kita laksanakan eksekusi dalam pelaksanaan putusan pengadilan," jelasnya.


Ia melanjutkan, tim mediator dari pengadilan jauh sebelumnya sudah melakukan mediasi, hanya saja, para tergugat ngotot dan tidak mau membongkar rumah mereka.


"Itu sudah sering dilakukan dari pihak pengadilan, sudah sering dimediasi dan juga sudah dilaksanakan beberapa tahapan dan menjadi putusan untuk dilaksanakan eksekusi hari ini," ungkapnya.


Kapolres mengatakan perlawanan yang dilakukan oleh pihak tergugat tidak memengaruhi proses eksekusi. Pihak tergugat disarankan agar menempuh proses baru apabila tidak terima digusur.


"Kalau ada perlawanan silakan itu dilaksanakan ke pengadilan, tapi kita ini jalan juga keputusan inkrah dari pengadilan. Jadi kalau pun itu wujud perlawanan, nanti itu melalui proses lagi, jadi tidak hanya pelaporan dan pertimbangkan itu yang kita lakukan, apa yang sudah menjadi inkrah pertama," tegasnya.


Selain itu, polemik sengketa rumah dan tanah ini sudah bergulir sejak lama. Sejumlah proses juga telah dilakukan. "Sudah lama untuk proses yah, kalau eksekusi baru hari ini," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B