Skip to main content

Kapan Sekolah Kembali Dibuka? Begini Jawaban Disdik Makassar

kabar.news
Plt Kadisdik Kota Makassar, Rahman Bando. (IST)

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar telah mengambil langkah untuk menerapkan New Normal (Kenormalan Baru) di tengah masa pandemi Covid-19. Meski begitu, sejumlah aktivitas masih belum bisa dilaksanakan seperti kegiatan belajar mengajar di Sekolah.

 

Hal ini diakui Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Rahman Bando. Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 masih belum surut, sehingga pihaknya belum bisa menentukan kapan sekolah dibuka kembali. Rencananya, target pembukaan sekolah kembali akan dilakukan Juli mendatang

 

"Kalau memang schedule awal itu Juli masuk sekolah kalau normal tetapi karena situasi kita saat ini masih darurat kesehatan belum dicabut," ucap Rahman saat dihubungi, Selasa (26/5/2020).

 

Meskipun kondisi Kenormalan Baru telah dicanangkan Pemkot Makassar untuk beraktivitas seperti biasa dengan protokol kesehatan. Namun Rahman masih tak berani mengembalikan anak-anak didik ke sekolah

 

"Maka tidak ada yang berani memastikan kapan anak-anak yang berani kembali ke sekolah, termasuk pak Menteri mengatakan kita tidak berani memastikan kapan," ujarnya.

 

Ia mengatakan akan sepenuhnya mengikuti keputusan Tim Gugus Tugas Pusat. Bahkan Rahman mengaku juga akan menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

 

"Nanti yang bisa menentukan itu adalah keputusan tim gugus pusat. akan memutuskan Kapan sudan dinyatakan normal dan pada saat sudah nyatakan normal atau terkendali baru kita menunggu keputusan Kemendikbud dari situ kita tindaklanjuti," ujar Rahman.

 

Namun sejumlah langkah antisipasi untuk memgembalikan peserta didik ke sekolah kata Rahman telah disiapkan pihaknya.

 

"Tetapi perlu dipahami bahwa pemerintah kota sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, kalau anak-anak dikembalikan ke sekolah itu nanti kita sudah akan mengacu kepada perwali tentang protokol kesehatan," tuturnya.

 

Rahman mengatakan aturan protokol kesehatan secara teknis telah dibahas pihaknya agar langkah untuk pengembalian peserta didik lebih mudah ketika masuk sekolah.

 

"Di sekolah bahkan itu sudah disampaikan di dalam  perwali itu di mana kalau anak kembali sekolah menggunakan masker mengatur jarak tertentu disebabkan fasilitas cuci tangan hand sanitizer atau sabun cuci tangan di setiap sudut sekolah itu yang kita sudah persiapkan sekarang," terangnya.

 

Kendati demikian,  penerimanaan siswa baru tetap dilaksanakan pihaknya, sesuai tanggal yang ditetapkan. Rahman menjelaskan bahwa pendaftaran akan dimulai pada Juni mendatang melalui sistem online.

 

"Kita tetap pakai sistem online, tahapan pendaftaran itu 22 Juni hingga akhir Juni dengan berbagai jalur karena biasanya jalur prestasi dulu sekian hari, kemudian jalur afirmasi dan jalur zonasi," pungkasnya.

 

  • Penulis: Fitria Nugrah Madani/B

 

 

 

Flower

 

loading...