Kalahkan Crotone 2-0, Inter Selangkah Lagi Patahkan Dominasi Juventus

Inter Milan hanya butuh satu kemenangan untuk mengunci titel juara Serie A Italia.

Kalahkan Crotone 2-0, Inter Selangkah Lagi Patahkan Dominasi Juventus
Pemain Inter Milan merayakan gol ke gawang Crotone. (Foto: Getty Images)












KABAR.NEWS - Inter Milan kembali meraih kemenangan di Serie A Italia saat melawat ke kandang Crotono, Stadio Ezio Scida, Sabtu (1/5/2021). Dalam laga tersebut Inter Milan berhasil meraih kemenangan 2-0 yang melapangkan peluang mematahkan Juventus menjadi jawara Serie A Italia. 

Butuh kemenangan untuk melapangkan jalan menuju Scudetto, Inter bermain agresif sejak menit awal. Tapi, mereka kesulitan membongkar pertahanan Crotone yang jadi juru kunci. 

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-69 saat pemain pengganti Christian Eriksen melepaskan sepakan yang membentur pemain lawan dan menjebol gawang Alex Cordaz. Gol kedua Inter disumbangkan Achraf Hakimi di menit Injury Time dari skema serangan balik yang dibangun Nicolo Barella. 

Tambahan tiga poin membuat kukuh di puncak klasemen dengan 82 poin dari 34 laga. Total poin ini menyamai perolehan angka Inter saat terakhir menjuarai Serie A musim 2009/2010. Dengan demikian, Inter cuma butuh satu kemenangan lagi untuk jadi juara.

Bahkan pesta juara itu bisa lebih cepat digelar andaikan pesaing terdekatnya, Atalanta, gagal mengalahkan Sassuolo, Minggu (2/5/2021) malam WIB nanti. La Dea saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 68 poin, selisih 14 angka.

Secara matematis tinggal Atalanta yang bisa menahan laju Inter menuju Scudetto. Itu artinya Napoli (66 poin), Juventus (66 poin), dan AC Milan (66 poin) dipastikan gagal menjadi juara Serie A musim ini.

Kondisi ini memastikan Juventus kehilangan titel juara yang sudah digenggam sejak musim 2012 atau tepatnya sembilan tahun lalu. Saat itu, Juventus memulainya bersama Antonio Conte yang merupakan pelatih Inter Milan saat ini.

Conte menangani tim sampai 2014 sebelum diteruskan Massimiliano Allegri dari 2015 hingga 2019, lalu Maurizio Sarri musim lalu. Rentetan itu terancam putus di tangan Andrea Pirlo.