Kafe di Bulukumba Jadi Sarang Nyabu, Dua Pria di Caplok Polisi

Penangkapan berawal dari informasi warga kalau salah satu cafe di Dusun Tanetea kerap menjadi lokasi pesta sabu. 

Kafe di Bulukumba Jadi Sarang Nyabu, Dua Pria di Caplok Polisi
BA (47) dan AP (22) saat diamakan di Mapolres Bulukumba.






KABAR.NEWS, Bulukumba - Satuan Narkoba Polres Bulukumba kembali menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu. 

Terbaru, pelaku itu masing-masing berinisial BA (47) warga Kelurahan Dannuang dan AP (22) warga Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe. Keduanya di tangkap di Dusun Tanetea, Desa Bira, Bulukumba pada Senin (7/12/2020) sekira pukul 03.00 wita. 

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi warga di salah satu cafe di Dusun Tanetea. Di kafe ini, pelaku kerap menjadikan lokasi penyalahgunaan sabu. 

"Menganggapi informasi masyarakat, polisi melakukan serangkaian penyelidikan. Kemudian di tindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan dan ditemukan dua pelaku tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis. 

Ketika dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, polisi menemukan alat isap sabu lengkap dengan pipet yang masih terdapat sabu di dalamnya. Polisi kemudian memeriksa dan menggeledah sepeda motor milik BA. Di motor itu pun ditemukan sabu.

Di dalam bagasi, sabu itu di masukkan ke dalam mic yang di sembunyikan di bagasi motor pelaku. "BB yang berhasil di amankan dua saset palstik bening diduga berisi sabu, satu kaca pirex yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu," ucapnya. 

"Satu sendok sabu, empat pipet plastik, satu mic, satu korek gas, satu handphone, aatu pembungkus rokok surya, satu pembungkus semporna, satu unit sepeda moto," tambahnya. 

Kata dia, saat diintrogasi keduanya mengakui bahwa barang bukti yang di simpan dalam mix adalah miliknya yang siap di jual di kawasan wisata Bira. Sabu itu diperoleh dari Makassar. 

"Saat ini, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Bulukumba untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," terangnya. 

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun.


Penulis: Akbar Razak/B