Kadis Kominfo Bantaeng Positif Corona, Punya Riwayat Pelesiran di Yogjakarta

Saya juga memohon maaf, jika sekiranya lalai mematuhi Protokol Kesehatan

Kadis Kominfo Bantaeng Positif Corona, Punya Riwayat Pelesiran di Yogjakarta
Akun instagram Syahrul Bayan, terlihat beberapa foto dia tidak menggunakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan selama berada di Yogjakarta. 






KABAR.NEWS, BANTAENG - Kepala Dinas Kominfo Bantaeng, Syahrul Bayan menyatakan dirinya positif terpapar Covid-19, usai menjalani tes swab, Jumat  (4/12/2020). Dia mengakui hal tersebut dari akun media sosialnya.

"Saya, Syahrul Bayan sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kab. Bantaeng, Terkonfirmasi Positif Covid-19, Jumat 4 Desember 2020," ujarnya melalui akun media sosialnya, Sabtu (5/12/2020).

Dalam 14 hari sebelumnya, Syahrul Bayan diketahui memiliki riwayat perjalanan ke zona merah. Dia diketahui membawa sejumlah rombongan di Dinas Kominfo Bantaeng untuk melakukan perjalanan ke Yogjakarta. 

Rombongan ini diketahui mendatangi sejumlah titik di Yogjakarta. Beberapa di antaranya adalah Jalan Malioboro, Heha Sky View, dan Universitas Gajah Mada serta sekretariat HPMB Jogjakarta. 

Dalam akun instagram Syahrul Bayan, terlihat beberapa foto dia tidak menggunakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan selama berada di Yogjakarta. 

Seperti diketahui, berdasarkan data Pemda DIY, selama dua pekan di bulan November ini, kasus Covid-19 bertambah 676 kasus. Jika dirata-rata, 48 warga DIY terpapar Covid-19 per hari –tertinggi bila dibanding rata-rata harian kasus bulan-bulan sebelumnya.

Rekor tertinggi kasus harian sebelumnya, yakni pada 29 Oktober dengan 82 kasus, juga dipatahkan dengan temuan kasus baru pada 5 November, yakni 168 kasus yang didominasi oleh kasus di pondok pesantren di Krapyak, Bantul.

Pada 12 November, ada tambahan 79 kasus harian yang menjadi peringkat ketiga untuk kasus harian selama delapan bulan pandemi di DIY. 

Perjalanan Kadis Kominfo Bantaeng ke Zona merah ini sempat mendapat sorotan publik. Ketua Pemuda LIRA Bantaeng, Yusdanar melalui sejumlah media sempat menegur hal itu. 

Dia juga menyayangkan, ternyata perjalanan dinas itu tanpa sepengetahuan jajaran Pemkab Bantaeng. Dia membeberkan bahwa tidak adanya koordinasi Kadis dengan Sekretaris Dinas terkait masalah program dalam dinas itu.

"Intinya kami sangat menyayangkan kejadian di mana sekdisnya sendiri tidak tahu-menahu dengan program studi ini dan patut diduga kalau benar sekdis tidak mengetahui program ini maka diduga program ini seperti program siluman," ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, ia juga meminta agar ada tindakan tegas terhadap Kadis Kominfo Bantaeng. Bahkan Yuzdanar menduga bahwa corona di Bantaeng adalah klaster Jogja yang dibawa lewat Kadis Kominfo.

"Dari kemarin saya mengkritisi pelisiran kadis Kominfo yang kuat dugaan kepergiannya ke Jogja tanpa izin dari Bupati, dan saya sejak mengetahui itu (keberangkatan ke Jogja) meminta agar isolasi mandiri Kadis Kominfo ketika pulang dari jalan-jalan," kata Yuzdanar.

"Akan tetapi kritikan kami seolah tidak dihiraukan oleh, malah justru setibanya dari Jogja Kadis Kominfo malah lebih berinteraksi ke publik, seharusnya setelah dari Jogja wajib lakukan isolasi mandiri. Kami meminta kepada pemda agar lebih tegas memberikan sanksi kepada kepala OPD yang seliwaran tak jelas keluar daerah dan membawa virus covid19 ke Bantaeng," sambung Yuzdanar.

Baru pulang dari zona merah, Syahrul Bayan diketahui tidak melakukan isolasi mandiri. Dia teridentifikasi ikut dalam turnamen tenis Bupati Cup III yang digelar di Lapangan Tenis Jalan Raya Lanto, sehari setelah kepulangannya dari DIY, Minggu 23 November 2020. 

Sejumlah pejabat hadir dalam pembukaan turnamen ini. Salah satu di antaranya adalah Bupati Bantaeng, Ilham Azikin yang juga dinyatakan terpapar Covid-19 pada Rabu, 2 Desember 2020 atau sembilan hari setelah pembukaan turnamen itu. 

"Saya juga memohon maaf, jika sekiranya saya telah pernah lalai dalam mematuhi Protokol Kesehatan sebagaimana tersebut diatas, pada saat melakukan aktifitas Olahraga dan atau aktifitas lainnya," jelas Syahrul Bayan melalui akun media sosialnya. 

Sejauh ini, informasi yang dihimpun Kabar.News, sudah ada 42 orang yang melakukan uji swab setelah Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin dinyatakan terpapar Covid-19. Dari jumlah itu, sebagian besar di antaranya adalah peserta turnamen tenis Cup II.


Penulis: Akbar Razak/B