Kadis Kesehatan Sebut Angka Stunting di Sinjai Menurun

Mencapai 32,3 persen

Kadis Kesehatan Sebut Angka Stunting di Sinjai Menurun
Plt Kadis Kesehatan Sinjai, Dokter Gigi Farina Irfani. (IST)






KABAR.NEWS, Sinjai - Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, melakukan percepatan penanganan pencegahan Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan anak. Upaya penanganan tersebut dilakukan meski periode Januari hingga Agustus 2020 sudah mengalami penurunan.


"Kita sudah melakukan berbagai upaya secara bertahap dalam melakukan penanganan. Seperti melakukan analisis situasi, rapat koordinasi, membentuk tim koordinasi dan rembuk stunting," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sinjai Dokter Gigir Farina Irfani kepada KABAR.NEWS via telepon, Senin (2/11/2020).


Sementara, data capaian kunjungan pemeriksaan hasil Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat secara elektronik  atau e-PPGBM 2020 per Agustus, ada 1.404 dari 16.818 balita yang diukur.


"Jumlah balita stunting 1.404 dari total balita 16.818 yang diukur dan sudah diinput datanya mencapai 99 persen dari seluruh sasaran balita," sebutnya.


"Jadi berdasarkan Susenas dan SGBI 2019 angka stunting di Kabupaten Sinjai capai 32.3 persen turun menjadi 8.4 persen berdasarakan hasil pemeriksaan dilapangan melalui e-PPBGM tahun 2020," sambung Arin.


Dengan begitu Arin berharap apa yang masih perlu ditingkatkan dalam upaya pemantauan penanganan Stunting di tahun 2021 mendatang sehingga target bisa tercapai.


"Tentu kita mau sesuai dengan target RPJM 2018-2023 yang mana diharapkan stunting bisa di bawa 19 persen, tentu semua itu dibutuhkan kerja sama semua pihak," harapnya.


Selain itu, Pemkab Sinjai juga telah membuat peraturan bupati (Perbup) mengenai peran desa dalam penanganan stunting, demikian juga lahir inovasi Madeceng (Masyarakat Desa Cegah Stunting).


"Dimana kita sepakat seluruh wilayah desa memberikan makanan tambahan bagi anak Stunting, serta untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di semua wilayah,"  jelasnya.


Penulis: Syarif/B