Kades di Jeneponto Jadi Tersangka karena Diduga Pakai Ijazah Saudara

*Untuk kepentingan Pilkades

Kades di Jeneponto Jadi Tersangka karena Diduga Pakai Ijazah Saudara
Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Jeneponto Ipda Uji Mugni. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah melakukan penahanan terhadap Kepala Desa Pappaluang, Kecamatan Bangkala Barat, sebagai tersangka dugaan pemalsuan dokumen atau ijazah.


"Hari Jumat 31 Desember 2021 telah dilakukan penahanan terhadap MS yang berumur 41 tahun," ujar Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Jeneponto Ipda Uji Mugni kepada KABAR.NEWS, Sabtu (1/1/2022).


Uji menjelaskan, MS diduga melakukan pemalsuan ijazah saat proses pendaftaran calon kades tahun 2021. Ia merupakan calon kades petahana. Hanya saja polisi tak menyebutkan ijazah tingkat sekolah apa yang diduga dipalsukan MS.


Perkara MS dilaporkan ke Polres Jeneponto sejak 27 Oktober 2021. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi memutuskan menetapkan MS sebagai tersangka dan meringkuk di sel tahanan.


Diduga Pakai Ijazah Adik Kandung


MS diduga bukanlah nama asli dari Kades Pappalluang. Dia diduga berganti nama untuk kepentingan Pilkades November 2021 dengan mencatut namanya pada ijazah milik saudara kandung.


Hal itu diungkapkan oleh Irwan Abbas, salah satu anggota LSM dari Gerakan Aktivis Sulawesi Selatan (GASS). Kelompok ini yang mengklaim melaporkan MS ke polisi atas dugaan pemalsuan dokumen.


"MS merupakan Kepala Desa Pappalluang yang mempunyai nama asli Rahim Bin Bakka, hal tersebut diperkuat oleh beberapa bukti yang telah kami kumpulkan," ujar Irwan Abbas kepada wartawan di Jeneponto.


Menurut Abbas, nama Rahim Bin Makka ini diduga nama asli Kades Pappaluang yang kini berstatus tersangka. Sementara MS adalah nama asli dari adik kandungnya. 


Penulis: Akbar Razak/B