Skip to main content

Jusuf Kalla: Masjid Bukan Tempat Penyebaran Radikalisme!

jk
Wakil Presiden Republik Indonesia Priode 2014-2019 HM Jusuf Kalla (KABAR.NEWS / Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Yogyakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) memberikan tanggapan terkait kasus teror yang terjadi di Polrestabes Medan. Terlebih pelaku dikenal sebagai salah seorang guru mengaji di salah satu masjid.


JK menyebut hubungan guru mengaji dengan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan tidak berkaitan dengan penyebaran radikalisme di masjid. Menurutnya, pelaku membuat bom belajar dari internet.


"Sebenarnya radikalisme tidak di masjid, saya bilang 99 persen masjid itu aman saja. Bahwa ada pengajian-pengajian tertentu yang keras umumnya tidak di masjid," kata JK di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, dikutip dari detik.com.


Karena itu, JK menilai kemampuan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, dalam merakit bom tidak didapat dari keaktifannya dalam kegiatan masjid. Menurutnya, Rabbial dapat merakit bom dari video yang tersebar di dunia maya.


Baca juga: Pasca Teror Bom Medan, Driver Gojek Diimbau Jaga Atribut


Terlepas dari hal tersebut, JK mengutuk keras aksi Rabbial yang melakukan aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Menurutnya, tidak ada agama yang mengajarkan untuk membunuh sesama.


"Ya tentu apapun, bom bunuh diri kan haram dari segi agama. Bunuh diri saja haram, apalagi membunuh orang lain dengan cara bunuh diri. Selain itu, membunuh orang lain dengan alasan agama sama sekali tidak ada," tandasnya.


Sebelumnya, Rabbial Muslim Nasution (24) melakukan aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Akibat ledakan bom bunuh diri, enam orang terluka. Empat korban luka dari personel Polri, satu pekerja harian lepas dan satu orang warga.
 

 

loading...