Skip to main content

Jufri Rahman: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel akan Naik 7.6 Persen di 2019

pemprov sulsel
Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman. (KABAR.NEWS/Andi Khaerul).

KABAR.NEWS, Makassar - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) SulSel, Jufri Rahman klaim pertumbuhan ekonomi di Sulsel akan melejit hingga tahun depan. Selasa (4/11/2018).

Jufri mengklaim, akhir tahun ini Sulsel akan berhenti di angka 7,2 persen. Untuk tahun depan terus berlanjut hingga di angka 7,6 persen. Hal serupa juga di lontarkan Bank Indonesia (BI) Sulsel mengenai pertumbuhan ekonomi tahun 2019 bisa berada di 7,2 hingga 7,6 persen.
 
"Ini proyeksi kami ya. Tahun depan bakal lebih cerah. Dengan bertumpu pada sektor utama seperti infrastruktur, agrobisnis, industri pengolahan dan perdagangan,"ucapnya.
 
Selain itu, menurutnya Pemprov juga akan berupaya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya lewat sektor pariwisata dan pelayanan jasa kesehatan. Kata dia, jumlah kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat jadi acuan.

"Infrastruktur kesehatan yang lengkap di KTI juga modal. Selain, upaya hilirisasi produk terus dilakukan. Ada sejumlah titik wisata akan dibenahi," bebernya.
 
Lebih lanjut, kata Jufri Pemprov Sulsel juga akan mendorong industri yang dinilai potensial dikembangkan di Sulsel. Seperti industri teknologi rendah menengah berbasis pertanian dan industri padat modal yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Pada sektor industri kopi, kakao, industri udang, ikan, rumput laut, dan tekstil.
 
"Sulsel akan didorong menjadi pusat indonesia timur menjadi pusat logistik dan trading dan membangun uncold storage modern untuk alternatif menyaingi kota tuna, General Santos di Filipina," tuturnya.

Sebelumnya, Gurbernur Sulsel Nurdin Abdullah juga mengatakan pihaknya akan terus mendorong industri terus berkembang di Sulsel. Mendorong sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata untuk jadi penopang perekonomian Sulsel.

"Perbaikan infrastruktur dulu pertama kita selesaikan, seperti jalan dan jembatan. Banyak daerah yang masih terkendala masalah akses jalan. Ini harus kita selesaikan," pungkasnya.

  • Andi Khaerul

 

loading...