Skip to main content

Jubir Prof Andalan Daftar Caleg di PDIP Sulsel

jubir prof andalan
Juru bicara Prof Andalan, Haeruddin Nurman mengembalikan berkas pencalonan bakal calon anggota legislatif di DPD PDIP Sulsel, Rabu (11/7/2018). (IST)


KABAR.NEWS, Makassar - Juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Haeruddin Nurman memilih PDIP sebagai kendaraan politik untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulsel.

 

Menurut Haeruddin, pilihannya memilih PDIP karena tiga faktor. Pertama, karena dirinya mengagumi sosok Proklamator RI Soekarno. "Flat Form perjuangan PDIP sejalan dengan semangat dan cita-cita Soekarno," katanya saat ditemui di kantor DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, Rabu (11/7/2018).

 

Mantan aktivis pergerakan mahasiswa itu melanjutkan alasan keduanya, karena PDIP merupakan partai pengusung Presiden Joko Widodo yang memiliki keberhasilan luar biasa selama menjadi orang nomor satu di Indonesia.

 

Sedangkan faktor ketiga karena PDIP adalah salah satu partai pengusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan). "Saya ingin berjuang mengawal jalannya pemerintahan Provinsi Sulsel melalui jalur legislatif dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

 

Haeruddin secara resmi telah menyerahkan berkasnya di Kontor DPD PDIP, di Jalan Bawakaraeng, Makassar, Rabu (11/07/2018). Pria yang akrab disapa Elu itu mengembalikan berkas untuk Caleg tingkat provinsi daerah pemilihan (dapil) 1 Makassar A yang meliputi Kecamatan Rappocini, Kecamatan Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, kecamatan Ujung Tanah, kecamatan Tallo, Kecamatan Wajo, Kecamatan Bontoala, Kecamatan Sangkarrang, dan Kecamatan Mamajang.

 

"Tadi saya telah mengembalikan berkas di PDIP untuk calon legislatif tingkat Provinsi, Dapil Satu Makassar A. Semua persyaratan kelengkapan berkas telah saya penuhi, selanjutnya  tinggal menunggu hasil keputusan partai apakah diakomodir atau tidak," pungkas Elu.

 

  • Arya Wicaksana


loading...