Skip to main content

JPU Limpahkan Perkara Maqbul Halim ke Pengadilan

maqbul halim
Maqbul Halim, mantan juru bicara pasangan calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 kemarin. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara Maqbul Halim, mantan juru bicara pasangan calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti pada pilkada serentak 2018 kemarin.

Berkas perkara terdakwa dilimpahkan oleh JPU ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar usai dinyatakan lengkap. Dengan dilimpahkannya berkas tersangka, Maqbul tinggal menunggu agenda sidang perdana. "Berkasnya sudah dilimpahkan dan majelis hakimnya diketuai oleh Daniel Pratu," ujar Bambang, Kamis (13/9/2018).

Ia menambahkan, jadwal sidang perdana Maqbul Halim akan dimulai pada tanggal 17 September mendatang, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU yang diketuai Muliaty Lahang. Diketahui, Maqbul yang juga mantan politikus Partai Golkar ini tersandung kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial.

Di mana, dalam postingannya, ia diindikasi mencemarkan nama baik pelapor yang tak lain adalah bos PT Bosowa Group, Aksa Mahmud. Dalam pelimpahan tersebut, penyidik menyangkakan Maqbul dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 atau pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 uu nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

Maqbul sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel pada Senin (2/6/2018) lalu. Saat pelimpahan, Maqbul mempermasalahkan mengapa cuitannya dianggap menyinggung sara. Padahal menurutnya, itu hanya bersifat kritikan biasa. Ia pun mengungkapkan jika penahanannya itu lebih bernuansa politis.

"Sebenarnya tidak ada SARA yang saya singgung. Tidak ada tentang suku, agama, ras atau antar golongan. Makanya saya bertanya, memangnya Aksa Mahmud itu suku?, memangnya Aksa Mahmud itu ras?," sindir Maqbul belum lama ini.

  • Andi Frandi