Jika Sekolah Tatap Muka, Disdik Makassar Usul Guru Divaksin

- Sekolah tatap muka di Makassar ditunda

Jika Sekolah Tatap Muka, Disdik Makassar Usul Guru Divaksin
Pelaksana Tugas Kepala Disdik Makassar, Andi Irwan Bangsawan. (Instagram/a_irwanbangsawan)






KABAR.NEWS, Makassar - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan berharap pemerintah pusat ikut memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 kepada tenaga pendidik atau guru.


Pemberian vaksin untuk guru, diusulkan Irwan ketika pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 telah mengizinkan sekolah tatap muka diberlakukan di Kota Makassar.


"Kemarinkan prioritas vaksin adalah nakes (tenaga kesehatan, red), kami berharap guru juga diikutkan dalam prioritas (pemberian) vaksin sebelum mereka memberikan pembelajaran pada anak-anak (peserta didik)," kata Irwan Bangsawan kepada KABAR.NEWS via telepon, Sabtu (2/1/2021).


Menurut Irwan, tenaga pendidik atau guru merupakan garda terdepan untuk mencerdaskan anak bangsa di tengah wabah pandemi Covid-19 ini.  Sehingga sangat besar harapan Disdik Makassar pemberian vaksin Covid-19 juga diprioritaskan kepada guru


"Jadi sebelum mereka mengajar anak-anak mereka di vaksin dulu kami berharap itu walaupun yang saya dengar nakes yang diprioritaskan," pintanya.


Sebelumnya, Irwan menegaskan belum ada proses pembelajaran sekolah tatap muka di Kota Makassar pada Januari 2021. Keputusan itu sesuai penyampaian Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin.


"Untuk Kota Makassar ini kita memang tidak laksanakan sekolah tatap muka karena pandemi Covid-19 semakin menggila lagi kan jadi kita harus hati-hati artinya kita pending dulu untuk sekolah tatap muka," ucap Irwan Bangsawan


Dalam proses pembelajaran tatap muka juga nantinya Disdik Makassar akan terapkan sistem konsep blended learning (pembelajaran tatap muka dan daring). Dia juga menambakan, pada proses pembelajaran tatap muka pihaknya mewajibkan semua guru atau pengajar untuk melakukan Swab. 


Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat akan mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, untuk 34 provinsi. Kelompok prioritas vaksinasi adalah nakes, TNI-Polri dan kelompok rentan.


Penulis: Darsil Yahya/A