Skip to main content

Jika Positif Corona, Pria Lebih Berisiko Meninggal Dibanding Perempuan

Studi Ungkap Pria Lebih Berisiko Meninggal Jika Tertular Corona
Petugas memeriksa suhu tubuh perempuan yang hendak masuk ke salah satu mal di Kota Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS - Perempuan disebut lebih kuat bertahan dari serangan mematikan Virus Corona dibanding pria, menurut dua makalah penelitian yang disusun dokter di Cina dan terbit di jurnal medis medRxiv.


Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 1.000 pasien corona di Wuhan, Cina, para dokter menemukan bahwa pria menderita efek yang lebih parah dan lebih berpotensi meninggal jika terjangkit Covid-19.


Baca juga: Riset: Pelayan Makanan Diamond Princess Percepat Penularan Corona


Diketahui, 70 persen angka kematian akibat corona di Wuhan pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2020, adalah pasien laki-laki. Menurut studi tersebut, virus corona menyebabkan gejala yang kurang serius terhadap perempuan.


Mengutip South China Morning Post, Minggu (22/3/2020), penelitian ini melibatkan pasien di salah satu cabang Rumah Sakit Tongji di Wuhan dan dilakukan oleh dokter dari Rumah Sakit Beijing serta Rumah Sakit Xuanwu, China.


Sebuah penelitian sebelumnya terhadap 47 pasien dengan pneumonia berat yang diinduksi virus corona, mengungkapkan bahwa pasien laki-laki memerlukan perawatan yang kompleks dan mengalami hasil yang buruk atau meninggal.


Baca juga: 350 WNA Peserta Ijtima Dunia Belum Dipulangkan


Selama dua pekan virus corona mewabah di Wuhan, 83 persen pasien pria mengalami kondisi parah hingga dinyatakan kritis. Pada saat yang sama hanya 20 persen dari kelompok pria yang sembuh. Penelitian ini juga dipublikasi di medRxiv.


Kendati perempuan berpotensi bertahan dari serangan mematikan Covid-19, tapi penelitian tersebut mengungkapkan bahwa petugas medis perempuan cenderung mengalami depresi, kecemasan dan insomnia karena beban merawat pasien corona.


Penelitian tersebut juga diperkuat oleh survei online oleh para peneliti dari Universitas Sun Yat-sen, Guangzhou terhadap 5.400 dokter, perawat dan mahasiswa kedokteran di daerah daratan di luar Hubei.


Baca juga: Laris Manis Jualan Sarabba di Tengah Ancaman Corona


Survei berbasis media sosial WeChat itu secara umum mengungkapkan, perawat atau dokter perempuan yang menangani pasien corona menderita secara psikologis.


Responden perempuan 2,4 persen lebih merasakan cemas, 6,7 persen lebih mengalami depresi dan 4,4 persen lebih mungkin untuk mengatakan mereka menderita insomnia daripada perawat laki-laki.

 

Flower

 

loading...