Jika Jadi Klaster Covid-19, Danny Minta Tanggung Jawab Penyelenggara Salat Iduladha di Masjid

Minta disalahkan jika kebijakan ini salah

Jika Jadi Klaster Covid-19, Danny Minta Tanggung Jawab Penyelenggara Salat Iduladha di Masjid
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto (KABAR.NEWS/Fitria)






KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto kembali mengingatkan warganya tidak melaksanakan Salat Iduladha secara berjemaah di masjid pada Selasa (20/7/2021) besok.


Danny mengancam penyelenggara Salat Iduladha secara berjemaah di masjid atau tempat lain, harus bertanggung jawab jika pasca ibadah itu memicu penularan Covid-19.


"Kalau misalnya ada yang menyelenggarakan (Salat Iduladha), kemudian jadi klaster maka penyelenggaranya harus bertanggung jawab. Kan gampang diukur itu kalau klaster, misalnya ada suatu masjid tetap selenggarakan, minggu depan ada orang sakit hingga mati maka itu klaster," ujar Danny di kediamannya, Jalan Amirullah Kota Makassar, Senin (19/7/2021).

Danny meminta umat muslim di Kota Daeng untuk melaksanakan Salat Iduladha di rumah masing-masing. Danny mengaku tak masalah jika dirinya dianggap tidak benar jika melarang Salat Iduladha berjemaah.


"Kalau ini dianggap salah, salahkanlah wali kota saya tanggung jawab soal itu. Tapi mudah-mudahan ini bukan kesalahan, tapi ini sebuah kebaikan untuk menjaga keselamatan warga," tutur Danny.


Dirinya juga mengingatkan agar rasa pengorbanan yang seharusnya menjadi nilai-nilai Iduladha bisa diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19. 


"Saya kira semua umat Islam se-Kota Makassar, ibadah kurban ini memerlukan pengorbanan, termasuk keputusan ibadah salat id di rumah saja," sambungnya

Danny kembali menegaskan akan memantau jika terdapat penyelenggaraan salat Iduladha. Jika ditemukan terdapat warga terpapar Covid-19, maka pihaknya akan mengasumsikan paparan tersebut merupakan klaster Salat Iduladha.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/A