Jika Diminta, Unhas akan Beri Bantuan Hukum Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah adalah guru besar di Unhas

Jika Diminta, Unhas akan Beri Bantuan Hukum Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengenakan rompi tahanan KPK. (Screen shot YouTube)






KABAR.NEWS, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) bersedia memberikan bantuan hukum untuk Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah, yang saat ini berstatus tersangka suap proyek infrastruktur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Nurdin Abdullah tak lain adalah guru besar atau profesor Fakultas Kehutanan Unhas. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu sampai saat ini masih tercatat sebagai staf pengajar atau dosen di fakultas tersebut. (Baca juga: Andi Sudirman Sulaiman Lanjutkan Program Prioritas Nurdin)


Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah mengatakan, kampus almamater merah bakal memberikan bantuan hukum kepada Nurdin Abdullah jika hal itu diminta.


"Bantuan Hukum oleh Unhas berdasarkan permintaan," ujar Suharman saat dihubungi KABAR.NEWS di Makassar, Senin (1/3/2021).

Nurdin Abdullah dan Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu pada acara dies natalis Unhas. (Foto: DKSR Unhas)


Selain menyandang jabatan akademik guru besar Fakultas Kehutanan Unhas, Nurdin Abdullah saat ini aktif sebagai Gubernur Sulsel adalah anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.


Mengenai keanggotaan Nurdin dalam struktur MWA Unhas, Suharman menyebut jabatan itu adalah ex officio bukan sebagai person Nurdin, melainkan karena statusnya sebagai gubernur. (Baca juga: Dalam Sebulan, NA Diduga Terima Uang Rp5 miliar dari Kontraktor)


Saat ditanya apakah Unhas akan mencabut jabatan akademik profesor Nurdin Abdullah, Suharman menegaskan bahwa hal itu bukan ranahnya untuk berkomentar. 


"Saya tidak punya kewenangan komentar hal ini. Kita tunggu proses hukum," tegas Suharman.


Meski Nurdin Abdullah berstatus tersangka suap proyek dan dinonaktifkan sebagai gubernur, Suharman menandaskan bahwa kerja sama Unhas dengan Pemprov Sulsel tetap akan berjalan.


"Kalau bermitra dengan Pemprov dari dulu, dari dulu Unhas dan Pemprov Sulsel punya MoU," tandas Suharman. Dia enggan menjawab saat ditanya mengenai keaktifan Nurdin mengajar sebagai guru besar Fakultas Kehutanan. (Baca juga: Gubernur Ajak Sivitas FIKP Unhas Ikut Seleksi Kadis Kelautan Sulsel)


Sekadar diketahui, hubungan Nurdin Abdullah dengan Unhas memang terbilang dekat jika dibanding kampus lain di Makassar. Hal itu bisa dilihat dari jabatan eselon III di Pemprov Sulsel yang diisi oleh beberapa dosen dari kampus merah.


Dua di antaranya adalah Kepala Dinas PUPR Sulsel, Rudy Djamaluddin yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknik Unhas dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP), Jayadi Nas. Nama terakhir adalah dosen Fisip Unhas.

Pada September 2020, Nurdin Abdullah meletakan batu pertama pembangunan Training Center dan Hotel Unhas di Tamalanrea, Makassar. Pada kesempatan itu, Nurdin menegaskan Pemprov Sulsel siap membantu Unhas membangun fasilitas ini.


Di luar hal itu, Sulsel era Nurdin telah cukup banyak berkontribusi untuk Unhas dalam hal akademik dan penyediaan fasilitas serta infrastruktur.