Jeneponto Disebut Daerah Termiskin, Bupati Iksan: Data BPS Tidak Akurat

Jeneponto Disebut Daerah Termiskin, Bupati Iksan: Data BPS Tidak Akurat
Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Iksan Iskandar tak terima daerah berjuluk Butta Turatea ini kembali disebut sebagai kabupaten termiskin berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2022.


Iksan mengklaim, angka kemiskinan di Jeneponto menurun 0,3 persen atau persentase total mencapai 14,28 persen tahun 2021. Dibanding tahun sebelumnya menempati angka 14,58 persen.


Menurut Iksan, BPS mengambil sampel warga penerima bantuan dari desa. Sejumlah penerima diklaim Iksan merupakan warga yang mampu secara ekonomi. Dia menyebut data BPS sebagai lembaga otoritas tidak valid.


"Kau tahu bagaimana tidak akuratnya itu data, karena data-data yang masuk itu biar orang tidak layak miskin dikasih masuk sebagai orang layak dapat bantuan. Dia mengacu ke situ," kata Iksan Iskandar di kantor Bupati Jeneponto, Senin (20/6/2022).


Sekadar diketahui, salah satu kriteria kemiskinan yang dipakai BPS adalah menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar atau basic needs approach. Indikatornya, jumlah pendapatan hingga tingkat pendidikan dalam sebuah rumah tangga.


Iksan lantas menyebut, bahwa BPS hanya melakukan penelitian sekali dalam lima tahun terkait dengan angka kemiskinan. Dia meminta publik menafsirkan sendiri validasi data BPS.


"Lalu kemudian, kan hasil metode penelitian kan satu kali 5 tahun, dia melakukan penelitian jadi kau sendiri yang tafsirkan bagaimana," ucap politisi Golkar ini.


Iksan juga mempertanyakan indikator BPS sehingga menempatkan daerah berjuluk Butta Turatea ini menjadi daerah termiskin di Sulawesi Selatan. 


"Kan bukan pemerintah daerah ini yang mengeluarkan data. BPS itu sendiri. Tanyakan sama BPS. Saya juga akan tanyakan kenapa bisa. Metode sampelnya itu kan tidak terlalu bagus, yang kedua jarak waktu penelitianya itukan 5 tahun," kata bupati.


Iksan berpendapat, jika metode jumlah kendaraan di daerah Jeneponto serta daftar tunggu haji yang dihitung, maka Iksan yakin Butta Turatea bukan daerah termiskin di Sulsel.


"Kalau kita bandingkan coba kendaraan terbanyak di daerah selatan ada di Jeneponto. Motor mobil, daftar tunggu haji cukup lama 79 tahun. Kalau indikator itu dipakai tidak mungkin kita termiskin. Indikator apa BPS pakai? kan dia cuman hitung berapa banyak orang penerima bantuan. Sehingga saya juga tidak terlalu campuri itu data," tandas Iksan.

Penulis: Akbar Razak/B