Jelang Musda Golkar, Suharto Tuding Iksan Iskandar Langgar AD/ART

menuding Iksan telah diberhentikan sebagai ketua DPD II oleh pengurus Golkar Sulsel

Jelang Musda Golkar, Suharto Tuding Iksan Iskandar Langgar AD/ART
Suharto saat menyerahkan berkasi kepada panitia Musda Golkar DPD II Jeneponto












KABAR.NEWS, Jeneponto - Jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Jeneponto, calon Ketua Partai Golkar kabupaten tersebut, Suharto kembali memanaskan situasi dengan melempar tudingan pelanggaran AD/ART kepada rivalnya, Iksan Iskandar.

Diketahui, hingga pendaftaran calon ketua golkar pada Musda DPD II Golkar Jeneponto hanya diikuti oleh dua calon yakni Suharto, mantan sekretaris Golkar dan Iksan Iskandar, petahana ketua Golkar Jeneponto. 

Suharto menuding rivalnya itu tidak menyelesaikan periode kepengurusanya dan kembali mencalonkan diri. Dia juga menuding Iksan telah diberhentikan sebagai ketua DPD II oleh pengurus Golkar Sulsel dan menunjuk Ikram Iskandar, sebagai Pelaksana tugas (Plt).  

"Jika merujuk dari peraturan organisasi (PO) 08 partai Golkar, seorang ketua definitif hanya bisa diberhentikan jika yang bersangkutan melanggar AD/ART," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, (21/3/2021). 

Bila Iksan memaksakan diri maju pada gelaran Musda X Partai Golkar Jeneponto pada akhir Maret nanti, Suharto memastikan lawannya itu telah melakukan pelanggaran AD/ART terkait persyaratan  prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela (PD2LT).

"Dan persyaratan tersebut tidak ada diskresinya. Masa jelas-jelas telah disanksi, diberhentikan sebagai ketua, tidak mempertanggung jawabkan masa baktinya di Musda, tidak menyelesaikan masa bakti kepengurusan hingga selesai, lalu mau mencalonkam lagi sebagai ketua," jelasnya.

Suharto memastikan bahwa seluruh produk Musda Jeneponto cacat dan melanggar AD/ART.

Dia juga menanggapi peryataan Pelaksana Tugas (Plt) Golkar Jeneponto, Ikram Iskandar yang menganggap syarat masa periode keanggotaan tak mesti lima tahun.

"Pak Ikram ini kan baru masuk Golkar, langsung jadi Plt ketua Golkar Jeneponto, tidak faham aturan main di Golkar," terangnya.

Penulis: Akbar Razak/B