Jelang Debat Publik Pilkada Tator, Begini Teknisnya

Berpedoman pada Protkes

Jelang Debat Publik Pilkada Tator, Begini Teknisnya
Konferensi Pers teknis Debat Kandidat Pilkada Tana Toraja di Aula Kecamatan Bittuang. Sabtu (31/10/2020). (KABAR.NEWS/Febriani).

KABAR.NEWS, Makale - Jelang debat publik antar pasangan calon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Toraja (Tator) menggelar konferensi pers di Aula Kecamatan Bittuang, Tana Toraja bagian Barat, Sabtu (31/10/2020).

 

Debat publik yang bertema "meningkatkan pelayanan publik dan pelayanan sosial serta menyelesaikan persoalan daerah dan kebijakan menangani Covid-19" akan dilakukan di Gedung Aula Tammuan Mali' Bittuang pukul 15.00 WITA.

 

Ketua KPU Tator, Rizal Randa menyampaikan bahwa dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan dalam kondisi bencana non-alam Covid-19, KPU melakukan pembatasan terhadap jumlah orang yang boleh menghadiri debat publik terbuka antar paslon di Pilkada 2020.

 

"Dengan berpedoman pada protokol kesehatan (Protkes), nanti yang hadir dalam debat 4publik hanya diperbolehkan untuk paslon bersama 4 tim kampanye paslon sebanyak empat orang." ungkap Rizal.

 

Selain paslon dan tim kampanye, adapun panelis 5 orang dimana 1 orang diantaranya penggiat demokrasi dan 4 lainnya berlatar belakang akademisi, Forkopimda, Bawaslu 2 orang, Moderator dan Satgas Covid-19 yang bertugas memantau protkes.

 


Disebutkan Rizal bahwa pukul 12.00 WITA semua calon sudah tidak ada di Makale, artinya semua calon bersama tim kampanye sudah harus berada di dalam gedung pukul 14.30.

 

"Karena durasi lamanya debat publik ini dibatasi, jadi nantinya debatnya nanti akan berlangsung selama 120 menit dimana dalam 90 menit itu materi debat dan 30 menit iklan layanan masyarakat" terang Rizal.

 

Lanjut Rizal bahwa debat publik akan dilakukan 6 segmen yakni segmen pertama berisi kegiatan perkenalan profil dari kandidat dan panelis, Pjs Bupati dan Ketua KPU menyampaikan sambutan. 

 

Sementara pada segmen 2 hingga 6 yakni penyampaian visi misi, dan jawaban tanggapan dimana paslon menerima pertanyaan dari moderator yang asalnya dari panelis.

 

Lebih lanjut dijelaskan Rizal pada teknisnya, KPU bekerja sama dengan beberapa pihak yakni pihak penyiaran dilakukan oleh lembaga penyiaran swasta (TV Lokal/TV Kabel) yang memiliki izin penyiaran dan diperbolehkan untuk bekerja sama dengan pihak lain untuk membantu KPU dalam penyiaran.

 

"Menurut kami TV Nasional tidak bermanfaat bagi orang di daerah, karena APBD memang harus diberikan kepada masyarakat sendiri dan membantu masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan." kunci Rizal.

 

Sementara Camat Bittuang, Andi Palloan mengucapkan rasa bangga kepada KPU, karena dengan adanya Debat Publik di Bittuang maka masyarakat kecamatan Bittuang dapat merasakan dampak yang baik dari penyelenggara.

 

"Semoga debat Publik dapat di akses masyarakat luar juga masyarakat Bittuang sendiri dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang tahapan Pilkada terutama debat kandidat." ungkap  Andi.

 

Sementara Kapolres Tator, AKBP. Sarly Sollu menyampaikan bahwa pihaknya akan mewujudkan situasi Pilkada Tator dengan kondusif demi menjadi pilkada 2020 yang aman dan damai.

 

"Dalam debat kandidat ini agar terwujudnya debat publik yang aman, kami menurunkan 390 personil yang di backup 150 Brimob, dari TNI 20 orang dan Dishub 20 orang" pungkasnya.

 

Penulis: Febriani/C