Skip to main content

Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Makale Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Korupsi

xcvd
Siswa SMP Negeri 1 Kesu' berfoto bersama dengan jaksa di acara JMS. (Kabar.News/Febriani)

KABAR.NEWS, Rantepao- Mengawali program tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja kembali mengadakan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) terkait penerangan hukum dan penyuluhan hukum di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kesu', Kecamatan Kesu', Toraja Utara, Rabu (22/10/2020).


Kegiatan JMS dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kesadaran bagi siswa agar tetap menjaga diri dalam cegah dini bahaya korupsi dan bahaya narkoba. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja, Jefri P. Makapedua memberikan materi bagaimana mengenali hukum dan sebagimana untuk menjauhi hukum.


Jefri dalam pemaparannya mengatakan siswa harus mendekatkan diri dengan Kejaksaan karena banyak tantangan bagi siswa dan pejabat daerah mengenai tindakan hukum. Jadi, negara memang harus hadir dalam penegakan hukum. Arah pencegahan terhadap korupsi harus dilakukan sehingga pembangunan terhadap negeri ini berjalan dengan baik.


Di akhir pemaparan, Jefri menambahkan siswa haruslah cerdas dan terus melakukan inovasi-inovasi. Namun tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kepastiannya.


"Hindarilah perbuatan-perbuatan yang menyimpang terhadap hukum, seperti tindak pidana, narkoba dan korupsi. Siswa diharapkan tahu hukum agar  tidak  berbuat pelanggaran terhadap hukum, arena itu kenali hukum dan jauhi hukuman," tutur Kajari menutup pemaparannya.


Sementara itu, Kasi Intel Ariel Denny Pasangkin, memberikan pemaparan materi tentang pencegahan tindak pidana korupsi yang harus diawali dari usia Dini.


Selain itu,  narkoba juga masuk dalam kategori pemaparan materi karena melihat maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat yang harus dikenali oleh siswa baik dari jenisnya, sampai dengan ciri ciri pelaku dan pengguna narkotika.


Selain korupsi dan narkotika, Ariel Denny juga memaparkan tindak pidana asusila yang marak di tahun 2019. Kejahatan asusila sering terjadi bagi anak di bawah umur baik itu pelecehan seksual secara tidak langsung maupun secara langsung.


Salah satu siswa, Eta' Maharani yang hadir mengikuti kegiatan JMS ini mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut dirinya bisa menambah pengetahuan soal hukum.


"Saya yang selama ini tidak tahu tentang korupsi, narkoba, dan ssusila di bawah umur. Kini semakin saya pahami dan bisa tahu seperti apa hukum itu,'' ungkap Eta'. 



Penulis: Febriani/B

 

loading...