Jaga Transparansi, KPU Makassar Hitung Suara Pakai Sirekap

Perhitungan suara Pilwalkot Makassar

Jaga Transparansi, KPU Makassar Hitung Suara Pakai Sirekap
Petugas TPS memakai alat pelindung diri saat perhitungan suara calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Rabu (9/12/2020). (Ilustrasi/KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menyiapkan Penerapan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap)pada tahapan perhitungan dan rekapitulasi suara. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi selama proses perhitungan.


Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar mengungkapkan, pemanfaatan Sirekap diyakini mampu mempercepat kerja pada proses rekapitulasi suara. Tak hanya itu, Sirekap dipercaya mampu mencegah kecurangan dalam Pilkada utamanya di tingkat kecamatan.


"Sirekap digunakan untuk sebagai alat bantu, menjadi pembanding penghitungan secara manual," kata dia di Makassar, Jumat (11/12/2020).

Cara menggunakan Sirekap kata Gunawan cukup mudah. Petugas KPPS hanya mengambil gambar atau mem-foto hasil perhitungan di TPS menggunakan handphone.


"Setelah itu, data dimasukkan dalam aplikasi. Langkah selanjutnya dikirim ke KPU dan hasilnya akan sama dengan yang di TPS," paparnya


Cara ini yang berbeda dengan proses rekapitulasi pada umumnya. Hasil rekapitulasi dari tiap TPS, ditulis ulang di lembar baru di tingkat kecamatan dengan menggabungkan atau merekap setiap data dari TPS.


Dalam proses ini, biasanya sering terjadi kesalahan, baik karena sengaja atau karena kelalaian petugas.


"Biasanya di PPK yang sering menjadi persoalan dan perubahan. Sirekap mengatasi ini, dengan langsung dari TPS ke KPU Kota atau Kabupaten,” jelasnya.


Sementara itu, suara yang masuk dilansir website https://pilkada2020.kpu.go.id/ mencapai 43,4 persen hingga pukul 17:05 WITA. Paslon nomor 1 Pilwakot Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA) sejauh ini masih unggul dengan 41,3 persen.


Sementara, paslon nomor 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) berada di peringkat kedua dengan 34,7 persen atau selisih 7 persen dengan ADAMA.


Lalu, diperingkat ketiga ada Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan) dengan 19,1 persen. Dan diperingkat terakhir ada Irman Yasin Limpo - Andi Muhammad Zunnun Armin NH (Imun) dengan 4,9 persen.


Penulis: Rahma Amin/A