Istri Kadis PU Mamuju Jadi Korban Gempa: Almarhumah Sosok yang Baik

- Rumah lima lantai hancur

Istri Kadis PU Mamuju Jadi Korban Gempa: Almarhumah Sosok yang Baik
Rumah Kadis PU Mamuju yang ratah dengan tanah saat gempa magnitudo 6,2 di Mamuju, Jumat (15/1/2021). (KABAR.NEWS/Darsil)













KABAR.NEWS, Mamuju - Istri Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Salihin Saleh yakni Adriani Kadir menjadi korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1/2021) lalu.


"Ini rumah Kepala Dinas PU, Bapak Salihin Saleh, Istrinya meninggal tertimpa reruntuhan," kata Kerabat Salihin, Syahril (29), kepada KABAR.NEWS di lokasi, Selasa (19/1/2021) kemarin. 


Syahril menceritakan, detik-detik sang Istri Kadis PU itu tertimpa material bangunan hingga akhirnya meninggal dunia.


Ia mengatakan, rumah lima lantai milik Kadis PU yang terletak di Jalan Pongtiku ini langsung ambruk saat peristiwa gempa terjadi. Sementara Kadis PU dan istrinya yang berada di kamar pribadinya di lantai tiga kemudian ikut jatuh ke bawah hingga tertimpa material bangunan.


"Sebetulnya rumah ini sangat kuat tapi begitu dahsyat gempa memang sangat terasa keras sehingga memang mungkin sudah takdir Allah (Istri Kadis PU meninggal)," ucapnya. 


Dari pantauan KABAR.NEWS, rumah Kadis PU Sulbar Salihin Saleh yang awalnya terdiri dari bangunan lima lantai, kondisinya kini telah ambruk total hingga rata dengan tanah akibat gempa.


Dia juga mengungkapkan bahwa Istri Kadis PU merupakan seorang dokter dan membuka klik kesehatan di rumah pribadinya dengan nama klinik Dokter Adriani Kadir M.Kes.


Menurutnya, mendiang Almarhumah Adriani Kadir merupakan sosok yang dikenal dermawan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi apalagi dikalangan tempat tinggal Almarhum.


"Almarhumah ini dikenal sangat baik, dia selalu menggratiskan anak panti, anak sekolah, anak pesantren yang datang ke klinik," ungkapnya. 


Sementara, nasib yang sedikit lebih baik dialami oleh Salihin Saleh. Dia berhasil selamat akibat lemari pakaian yang menimpanya jadi penopang sehingga material bangunan tak mengenai dirinya. 


"Dia terkena lemari dan banyak pakaian, juga sajadah. Jadi dia tertimpa lemari baru ada tembok jadi bisa bernapas sedikit. Tapi ibu (istri Kadis PU) tidak (langsung kena material bangunan)," terangnya.


"Jadi Pak Kadis cuma lecet saja, karena ada pakaian itu tadi," tandasnya. 


Diketahui Kadis PU dan sang istri memiliki tiga anak. Namun saat kejadian mereka tidak ada di rumah karena sedang menempuh pendidikan di luar Sulbar. Serta saat ini Salihin Saleh telah berada di Kampung halamannya.


"Sekarang Pak Kadis pulang kampung di Soppeng. Kalau istrinya sudah selesai dimakamkan di Rappang (Sidrap)," pungkasnya. 


Penulis: Darsil Yahya/A