Skip to main content

Investigasi LBH Makassar: Polisi Berlebihan Pakai Senpi Hingga Warga Tewas

Investigasi LBH Makassar: Polisi Berlebihan Pakai Senpi Hingga Warga Tewas
Ilustrasi pengamanan polisi. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, menyebut polisi berlebihan menggunakan senjata api sehingga menyebabkan 3 warga di Jalan Barukang terkena tembakan.


Direktur LBH Makassar Muhammad Heidir mengatakan, polisi seharusnya terlebih dahulu mengumpulkan fakta-fakta sebelum mengatakan bahwa penembakan itu terjadi lantaran didesak warga yang sedang terprovokasi.


"Kepolisian seolah-olah membela anggotanya yang belum tentu juga faktanya seperti itu. Harusnya periksa dulu faktanya kemudian penyelidikan, penyidikan baru mengambil kesimpulan," kata Heidir kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).


Baca juga: Warga Makassar Tewas Ditembak, Polda Bilang karena Terpaksa

Kata Heidir, LBH Makassar juga sudah melakukan investigasi untuk mengetahui kronologi penembakan yang menyebabkan Anjas (23), warga Jalan Barukang 3 meninggal dunia.


Langkah yang dilakukan LBH ialah melihat hasil CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian, serta mewawancarai saksi yang ada saat peristiwa penembakan tersebut.


"Beberapa kawan-kawan langsung turun pasca menerima laporan, mewawancarai orang di lapangan dan melihat CCTV di lokasi, itu kesimpulannya polisi sangat berlebihan dalam menggunakan senjata api itu," ungkapnya.


Heidir juga mengkritisi langkah polisi yang menggunakan senjata api secara berlebihan yang menurutnya akan mendapatkan pandangan buruk bagi masyarakat.


"Kalau kejadiannya seperti itu kan nantinya kita sangat hati-hati kalau bertemu polisi karena ini menjadi preseden yang sangat buruk," ujarnya.


Baca juga: Siapa Polisi Penembak 3 Warga Barukang? Begini Penjelasan Propam

Diberitakan, tiga pemuda di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban penembakan polisi, Minggu (30/8/2020) dini hari lalu. Tiga pemuda yang mengalami luka tembakan tersebut ialah Anjas (23), Iqbal (22), dan Ammar (18).


Anjas diketahui sempat kritis setelah mengalami luka tembak di kepalanya dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore. Sementara Iqbal dan Amal mengalami luka tembak di bagian betis. Polisi menyebut dua korban penembakan diduga dalam pengaruh narkoba.


Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...