Skip to main content

Ini Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Sulaeha

Pembunuhan
Polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah Sulaeha Djafar di Jalan Poros Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jum'at (22/3/2019) kemarin.

 

KABAR.NEWS, Makassar - DR Wahyu Jayadi (44), hanya bisa pasrah diringkus oleh Resmob Polda Sulsel. 


Kepala Unit Pelaksana Teknis Universitas Negeri Makassar (UNM) ini ditangkap karena diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap, ST Sulaeha Djafar (40), di Jalan Poros Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jum'at (22/3/2019) kemarin.


Pejabat di UNM ini diamankan saat sedang mencoba mengelabui polisi dengan berpura-pura melayat ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Bahkan sebelum melayat, pelaku juga diduga sempat mengabarkan berita duga itu kepada suami korban yang berada di Kabupaten Barru.


Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban yang tak lain adalah rekan rekan serta tetangganya sendiri.

 

Pelaku tega menghabisi nyawa korban bisa dikatakan hanya permasalahan sepele. Tapi, karena tak mampu membendung amarahnya, sehingga pelaku mencekik korban hingga tewas.


"Motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban yaitu karena pelaku merasa tidak terima dengan perlakuan korban yang selama ini sudah dianggap sebagai keluarga pelaku, yang dimana korban tersebut sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku," ucap Panit III Resmob Polda Sulsel, Ipda Sunardi, Sabtu (23/3/2019).


Sebelumnya, korban yang juga bekerja sebagai pegawai di UNM ini ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil yang terparkir di Kabupaten Gowa. Korban saat itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Rusdi. Saksi datang ke gudang BTN Zarindah dan melihat mobil yang terparkir di dekat gudang dalam keadaan kaca pintu mobil sebelah kiri pecah.


Karena penasaran, saksi langsung mencoba melihat ke dalam mobil tersebut dan menemukan seorang wanita yang diduga sudah tak bernyawa dalam kondisi leher terlilit dengan seftybell atau sabuk pengaman mobil serta sebuah batu didalam mobil. Dan melihat hal itu, saksi langsung menginformasikan kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.


Beruntung saja, kurang dari 24 jam, pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Gowa. Dan atas perbuatannya, pelaku di jerat dengan pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

  • Lodi Aprianto

 

loading...