Skip to main content

Ini Filosofi Kue Keranjang, Sajian Khas di Hari Imlek 

kue
Ilustrasi (INT)

KABAR.NEWS - Puncak perayaan imlek 2569 sebentar lagi akan segera tiba. salah satu sajian khas yang melekat erat pada perayaan tahun baru Cina tersebut ialah kue keranjang. 


Kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao  atau dalam dialek Hokkian Ti Kwe . Kata Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue  dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas kue yang disusun makin mengecil, yang menunjukkan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.


Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah makna filosofi yang melekat pada kue keranjang :


1. Lengket

Kue dengan rasa manis ini terbuat dari tepung ketan dengan tekstur yang agak lengket. Maka dari itu, tekstur lengket pada kue keranjang bermakna bahwa persaudaraan senantiasa erat dan menyatu.


2. Rasa manis

Rasa manis pada kue ini diyakini sebagai makna suka cita, menikmati berkat, kegembiraan, berpikir positif dan memberikan yang terbaik. Hal ini juga memiliki suatu pengharapan bagi manusia, supaya hidup mereka tambah manis dan enak.

 

3. Berbentuk bulat atau bundar

Kue khas Imlek ini berbentuk bulat. Ini melambangkan pesan kekeluargaan, tanpa merasa ada yang lebih penting dari yang lain, tanpa batas akhir.

 

4. Bertekstur kenyal

Kue keranjang memiliki tekstur kenyal yang bermakna keuletan dan kegigihan dalam berjuang untuk meraih satu tujuan hidup.

 

5. Tahan lama

Kue ini berdaya tahan sangat lama, bisa sampai satahun. Ini melambangkan sebuah hubungan kekerabatan yang abadi. Tak akan berubah meski berubahnya zaman.

 

6. Proses pembuatan yang lama

Untuk membuat kue keranjang, dibutuhkan waktu yang sangat lama. Proses memasaknya diatas tungku berkisar antara 11-12 jam lamanya. Lamanya proses memasak ini bermakna sebuah kesabaran dan keteguhan dalam mencapai cita-cita.

 

Agar segala sesuatu yang diimpikan menjadi sempurna dan mendapatkan hasil maksimal. Sehingga dibutuhkan usaha yang kuat, kesinambungan, tekanan yang keras dan tekun menjalaninya.

 

Menariknya, dalam proses membuatnya diperlukan pikiran, tingkah laku, hingga perbuatan yang harus bersih. Apabila aturan ini dilanggar, maka hasil olahan kue keranjang tindak menghasilkan kualitas yang baik, biasanya lembek bahkan berwarna pucat.