Skip to main content

Ini Alasan Pemprov Usul Perusda Sulsel Jadi Perusahaan Perseroan

sad
Rapat paripurna terkait Pengajuan Ranperda Perubahan Bentuk Hukum Perusda Sulsel. (Dok. Humas Sulsel)

KABAR.NEWS, Makassar- Usulan perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah (Perusda) Sulawesi Selatan, mulai memasuki pembahasan tingkat akhir.  Kemarin, Senin (9/12/2019) dilakukan rapat paripurna di DPRD Sulsel membahas penjelasan Gubernur terhadap pengajuan Ranperda perubahan tersebut.


Dalam penjelasan Gubernur yang dibacakan Sekda Sulsel, Abdul Hayat menyebutkan bahwa pada awal pembentukannya, Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel memfokuskan kegiatan usahanya di bidang properti.


"Namun seiring perkembangannya, bidang usaha (property) tersebut makin diminati oleh usaha swasta yang kemudian menjelma menjadi kompetitor Perusda. Dalam kompetisi ini Perusda justru tertinggal dan kalah saing," sebut Abdul Hayat.


Respon dari keadaan tersebut adalah Perusda Sulsel perlu dibenahi dengan meningkatkan kinerja, daya saing dan daya tariknya dalam usaha.


"Termasuk profesional dan kemandiri untuk mendorong diterapkannya prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten," sebut Abdul Hayat.


Dalam penjelasan Gubernur tersebut, juga disebutkan bahwa sifat dan tujuan suatu badan usaha ditentukan oleh bentuk badan hukumnya, sehingga reorientasi sifat dan tujuan badan usaha tersebut harus didahului atau bersamaan dengan perubahan bentuk hukumnya.


"Ini berarti bahwa pembenahan Perusda Sulsel akan dilakukan melalui langkah restrukturisasi bentuk badan hukumnya menjadi Perusahaan Perseroan Daerah," baca Abdul Hayat.


Baca juga: Bantu PAD Sulsel, Perusda Lakukan MoU Dengan Sejumlah Perusahaan 



Selepas rapat tersebut, Plt. Direktur Utama Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan, Taufik Fachruddin yang turut hadir dalam rapat tersebut angkat bicara. Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman, Perusda cenderung tidak fleksibel dan sulit untuk melakukan hubungan bisnis dengan berbagai pihak.


"Apalagi jika kita berbicara hubungan bisnis dengan pihak asing, misalnya investasi, akan menjadi sulit masuk ke Sulawesi Selatan. Sehingga akan semakin mudah jika memang status hukum perusahaan itu adalah perseroan terbatas," kata Taufik.



*Mustawaf Ansar/CP/Rls/B

 

loading...