Ingin Berdayakan Kader Luar Jawa, NU Indonesia Timur Solid Dukung Gus Yahya

Tawarkan gagasan pemberdayaan

Ingin Berdayakan Kader Luar Jawa, NU Indonesia Timur Solid Dukung Gus Yahya
Calon Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH. Yahya Cholil Staquf mendapatkan dukungan tertulis dari PWNU Se-Indonesia Timur pada acara silaturahmi di Kota Makassar. (IST)












KABAR.NEWS, Makassar - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapat sokongan dukungan dari empat pengurus wilayah NU di Indonesia Timur.


Keempat PWNU tersebut adalah NU Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Utara (Sultra) dan Maluku. Pernyataan dukungan kepada Gus Yahya disampaikan pada Silaturahmi Zona 1 Indonesia Timur di Hotel Gammara, Kota Makassar, Senin (22/11/2021).


"Insya Allah, kita satukan tekad dan niat untuk mendukung Gus Yahya agar terjadi regenerasi di PBNU," ujar Ketua PWNU Sulbar KH Adnan Nota dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021). Pernyataan Adnan diamini Ketua PWNU Sulsel, Sultra dan Maluku.


Sementara, Gus Yahya di hadapan pemilik suara Muktamar NU menekankan pemberdayaan kader potensial yang berasal dari luar jawa khususnya Indonesia Timur untuk PBNU ke depannya.


"Ada banyak tokoh hebat yang berasal dari Indonesia timur, seperti Prof. Nazaruddin Umur, sejarahwan Ahmad Baso dan masih banyak lagi yang lainnya. Semuanya memiliki hubungan baik dengan saya,” tegas Gus Yahya


Selain pemberdayaan kader, Yahya menegaskan akan pentingnya Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang NU dalam mengeksekusi program-program PBNU.


“Nantinya, PBNU yang akan menjaring Program, selanjutnya PWNU dan PCNU yang akan mengeksekusinya. Program akan kita drop ke bawah, tidak lagi bertumpuk di pusat," kata Yahya yang merupakan mantan asisten pribadi Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.


Menurut Yahya, kebesaran NU masih dirasakan oleh pusat dan sebagin kecil di daerah tertentu. Hal ini tidak boleh terjadi lagi. Dia berpendapat, NU merupakan ormas Islam terbesar di dunia namun kebesarannya belum terasakan oleh jajaran NU yang ada di akar rumput.


"Ke depannya, PBNU maupun pengurus wilayah harus bisa menjadi jembatan ke pihak-pihak luar untuk membantu cabang dalam mengeksalerasi organisasi seperti kaderisasi dan distribusi kader," tandas Yahya.


Skema ini diakui Gus Yahya telah berhasil dijalankan dalam sepuluh tahun terakhir di GP Ansor. Yahya sendiri yang menjadi penggagas dan mentor di badan otonom pemuda NU tersebut.


Pasca pertemuan di Makassar, rombongan Gus Yahya akan bertolak ke Manado untuk menyapa PW dan PCNU yang berasal dari Sulteng, Gorontalo, Sulut, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.