INFOTORIAL: Relokasi Pedagang dari Lokasi Alun-Alun Rantepao Berlangsung Tertib

- Disaksikan Wakil Bupati Torut

INFOTORIAL: Relokasi Pedagang dari Lokasi Alun-Alun Rantepao Berlangsung Tertib
Mobil yang disiapkan Pemkab Toraja Utara (Torut) untuk membantu proses relokasi pedagang dari lokasi proyek Alun-Alun Rantepao, Sabtu (27/8/2022). (KABAR.NEWS/Febriani)

KABAR.NEWS, Rantepao - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, akan membangun alun-alun kota di wilayah Rantepao, tepatnya di kawasan Art Center dan Pasar Sore Rantepao. 


Sebagai langkah awal proses pembangunan alun-alun, Pemkot Torut pada Sabtu (27/8/2022) mengerahkan personel gabungan dari TNI-Polri untuk merelokasi pedagang ke tempat baru.


Proses relokasi disaksikan Wakil Bupati Torut Frederik Victor Palimbong atau Dedy. Dia mengatakan, pemerintah telah membangun komunikasi selama dua bulan terakhir dengan pedagang sehingga proses relokasi berlangsung tertib.

Wakil Bupati Torut Frederik Victor Palimbong atau Dedy menyaksikan proses relokasi pedagang dari lokasi proyek Alun-Alun Rantepao. (KABAR.NEWS/Febriani)


Pemkab Torut pun memberikan pilihan kepada pedagang untuk berjualan di dalam dan atau di luar Pasar Bagi. Selain itu, lokasi lainnya juga diarahkan ke Pasar Bolu. 


"Jika ada pedagang yang memilih sendiri opsi yang mana, maka pemerintah juga memastikan bahwa apa yang dilakukan ini tidak ada pembongkaran paksa dan tidak ada tindakan yang berlebihan seperti yang kita saksikan sendiri. Teman-teman para pedagang sekarang membongkar sendiri bahkan kita pemerintah turut membantu," kata Dedy.


"Teman-teman pedagang yang dipindahkan hari ini ada beberapa ya, ada satu lokasi di pasar pagi, baik di luar Pasar Pagi maupun di dalam pasar pagi, ada juga yang pindah ke pasar Bolu dan ada yang memilih tempat sendiri di luar dari tiga lokasi ini."


Relokasi Dilakukan secara Humanis


Dedy menyebutkan, di alun-alun ini nantinya akan dibangun perpustakaan serta beberapa fasilitas publik. Maka dari itu, dia menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam proses relokasi pedagang.


"Terima kasih juga kepada pihak keamanan yang ikut membantu membangun komunikasi yang sehingga tercipta suasana kondusif dalam pemindahan pasar ini, sehingga kota bisa melakukan perencanaan pembangunan," pungkasnya.


Sekretaris Satpol PP Torut Frans Sulo menambahkan, ada 110 pedagang yang pindah dan setiap pemindahan barang maupun pembongkaran kios dilakukan secara humanis. Pemerintah turut menyediakan mobil untuk memindahkan barang-barang pedagang.


"Kita angkut ke mobil yang disiapkan pemerintah juga untuk mengantar ke rumah masing-masing pedagang, ataupun ke tempat mereka pindah untuk berjualan," kata Frans.


Proses relokasi berjalan lancar dengan dikawal 150 anggota TNI, 120 anggota Polri, 200 anggota Satpol PP Torut dan 35 Brimob.


Penulis: Febriani/B