Skip to main content

Indonesia Diambang Resesi, Amir Uskara Sampaikan 7 Poin Ini

Amir Uskara
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara.(Kabar.News/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Perekonomian Indonesia diambang resesi. Itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di berbagai media beberapa waktu lalu. Ia memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. 


Hal itu membuat Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, turut berpikir keras untuk bagaimana agar masyarakat tidak terlalu merasakan dampaknya. Termasuk memikirkan strategi apa saja yang perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi.


Menurut Ketua Fraksi PPP DPR RI ini, pengumuman dini yang dilakukan Sri Mulyani tersebut merupakan langkah yang tepat agar seluruh komponen bangsa bisa mengantisipasi. Untuk itu, salah satu tokoh terbaik Sulsel ini pun menyampaikan 7 poin penting dalam rilis yang diterima Kabar.News, Selasa (22/9/2020).


Berikut 7 poin yang disampaikan Amir Uskara dalam rilisnya terkait ancaman resesi:


1.Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Saya menilai pengumuman dini ini merupakan langkah yang tepat agar seluruh komponen bangsa bisa mengantisipasinya, termasuk masyarakat agar bersiap menghadapi resiko yang terburuk. Solidaritas antar masyarakat, ukhuwah islamiyah harus diperperat sebagai usaha saling menolong antar ummat. 


2.Sementara itu saya mendorong pemerintah untuk fokus pada upaya agar resesi ekonomi tidak sedalam seperti yang diproyeksikan oleh Menteri Keuangan, sehingga tahun 2021 sesuai dengan asumsi APBN dimana pertumbuhan akan bisa berkisar 4,5-5,5%. Jadi kami berharap situasi resesi tidak berlanjut menjadi depresi ekonomi


3.Langkah yang harus ditempuh adalah mengefektifkan stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan wabah covid19 secara simultan. Sementara ini saya melihat stimulus PEN realisasinya masih cukup rendah yakni baru 34,1% per 14 September 2020. secara spesifik saya mencermati insentif untuk anggaran penanganan kesehatan yang baru cair 18,1%, dengan realisasi santunan kematian nakes yakni 8%, dan belanja penanganan Covid-19 baru 10,7%. 


4.Disisi lain, stimulus untuk UMKM berupa subsidi bunga tersalurkan 7,2% dari pagu Rp35,2 triliun. Tentu pemerintah harus lebih serius dan all-out untuk mempercepat stimulus PEN karena hanya belanja pemerintah yang mampu mendorong ekonomi ketika sektor swasta terhambat aktivitasnya saat pandemi. 


5.Hambatan penyaluran dana yang sifatnya teknis agar segera diselesaikan oleh pemerintah, jangan ada pejabat teknis yang takut dituduh korupsi padahal melakukan tugas yang semestinya, karena UU No.2 tahun 2020 sudah sangat jelas mengatur bahwa selama ada itikad baik, maka pemberian stimulus ekonomi tidak dapat digugat baik secara perdata maupun pidana. 


6.Saya juga berharap agar pemerintah daerah responsif untuk segera mengeluarkan anggaran dari kas daerah dan mempercepat pengisian DIPA untuk menyelamatkan masyarakat rentan miskin dan miskin termasuk korban Covid19 disaat resesi terjadi. 


7.Selain itu, peran serta para pelaku usaha mikro untuk terus lakukan inovasi di tengah situasi resesi ekonomi mutlak diperlukan. Adanya peluang booming ekonomi digital membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro untuk mengejar ketertinggalan. Porsi e-commerce terus meningkat meski baru mencapai 5%, tapi dengan potensi 171 juta pengguna internet aktif dan situasi pandemi yang memaksa untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ada kesempatan umkm segera masuk dalam ekosistem digital.


Penulis: Darsil/B

 

Flower

 

loading...