Skip to main content

Indikator Pintu Kargo Bermasalah, Batik Air Tujuan Jakarta Kembali ke Bandara Hasanuddin

Batik Air
Deputi General Manager  Perencanaan dan Evaluasi Operasi Airnav Makassar, Davitson Aritonang saat menjelaskan pada awak media terkait RTB Batik Air ID6289


KABAR.NEWS, Maros - Pesawat maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6289 rute Makassar-Jakarta, mengalami kendala teknis terkait Indokator Cargo Door pesawat sesaat setelah mengudara. Akibatnya, pesawat terpaksa meminta pendaratan kembali atau Return to Base (RTB) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, di Kabupaten Maros, Rabu (9/1/2019).

 
Deputi General Manager Perencanaan dan Evaluasi Operasi Airnav Makassar, Davitson Aritonang menjelaskan, pesawat tersebut berangkat pada pukul 10.01 wita tadi,  kemudian memutuskan mengontak ATC untuk kembali dan mendarat pada pukul  10.17 wita.


Baca Juga:

 
“Hari ini ada pesawat Batik Air nomor penerbangan 6289 dari makassar menuju Jakarta yang memutuskan untuk return to base, artinya kembali ke bandara keberangkatan dikarenakan adanya masalah teknis terkait dengan  Indokator Cargo Door-nya. Dan dia sudah mendarat tadi pada pukul 10.17 wita”. Katanya.

 
RTB pada maskapai Batik Air ID 6289 tujuan jakarta ini, berlangsung setelah pesawat terbang selama 16 menit diudara  dengan ketinggian mencapai 4000 Fit.

 
Sedangkan untuk para penumpang yang berjumlah 141 orang, telah diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat tipe yang sama dengan nomor registrasi berbeda. Sementara pesawat Batik Air ID6289 dalam perbaikan di Bandara Sultan Hasanuddin.

 
Return To Base yang diminta oleh pilot setelah melakukan penerbangan dari bandara asal, dinilai oleh Davitson hal yang biasa terjadi dalam dunia penerbangan. Bahkan kata dia, dalam satu bulan RTB seringkali terjadi selama 3 sampai 4 kali, dengan macam macam alasan. Dimana pilot memutuskan karena telah memprediksi adanya pengaruh keselamatan pada penerbangan saat diteruskan.

 
“RTB adalah sebuah kondisi yang diminta oleh pilot kepada ATC untuk kembali ke bandara asal, alasannya macam-macam yang jelas semua itu mungkin akan berdampak pada keselamatan penerbangan sehingga diputuskan oleh pilot untuk kembali dan itu menurut kami keputusan yang tepat,” terangnya.

 
RTB yang sebelumnya dialami oleh maskapai Batik Air ID 6289, sempat viral setelah terjadi kegaduhan di dalam kabin pesawat, saat salah seorang dari penumpang mengabadikan momen tersebut setelah melakukan pendaratan.

 
Menanggapi hal tersebut, GM Airnav Makassar Novi Pantaryanto juga menjelaskan jika RTB bisa saja menimpa Airlines mana saja.  Dan diperlukan edukasi pada penumpang, apalagi saat mengganti pesawat juga dibutuhkan upaya yang besar.

 
“Dalam hal ini mohon kerjasamanya penumpang, jangan bikin suasana tidak kondusif. Mengganti pesawat butuh upaya yang sangat besar, karena pesawat standby tidak ada di setiap Airport, edukasi ini perlu untuk penumpang,”pungkasnya.

  •  Asiz

 

loading...