Skip to main content

Zunnun Halid: Siapa Sih Tidak Mau Jadi Wakil Danny?

Zunnun Halid: Siapa Sih Tidak Mau Jadi Wakil Danny?
Andi Zunnun Nurdin Halid. (KABAR.NEW/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Bakal calon Wakil Wali Kota Makassar, Andi Zunnun Nurdin Halid, angkat bicara mengenai keinginan Partai Golkar menjadikannya sebagai pasangan dari bakal calon wali Kota Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto.


Zunnun menegaskan dirinya siap 100 persen untuk menjadi bacalon wakil wali kota dari Danny Pomanto. Kata Zunnun, politisi NasDem tersebut adalah sosok yang dirindukan warga Makassar.


Baca juga: Pilkada Gowa: Adnan-Kio Amankan Surat Rekomendasi NasDem


"Siapa sih yang tidak mau berpasangan dengan pak Danny? sosok yang banyak dirindukan masyarakat untuk kembali menjalankan roda pemerintahan di Makassar. Kepemimpinannya sebelumnya juga sangat bagus sehingga dirindukan rakyat," ujar Zunnun di warkop Jalan Tentara Pelajar Makassar, Selasa (10/3/2020).


Nama Zunnun menjadi calon kuat mendampingi Danny pasca kegiatan deklarasi Pilkada 2020 yang digelar Partai Golkar pekan lalu. Pada kesempatan itu, Danny menerima surat tugas rekomendasi dari DPP Golkar.


Zunnun menambahkan bahwa keinginannya menjadi kontestan pada Pilwalkot Makassar murni karena keinginan sendiri. Dia menampik dikawinkan secara paksa oleh orang tuanya sendiri yakni Nurdin Halid, yang tak lain Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.


"Tidak ada unsur paksaan, kan yang namanya keluarga pasti support. Apalagi nama belakang saya (Nurdin Halid, re) kan tentu siapa yang tidak tahu, pasti semua dihubung-hubungkan," tutur Zunnun.


Menurut Zunnun, Nurdin Halid tak pernah memaksa anak-anaknya untuk menekuni sesuatu khususnya terjun ke dunia politik.

 

"Saya punya bapak itu tidak pernah memaksakan anak mau jadi apa, cuma kalau mau maju yang namanya anak pasti didukung full," tandas Zunnun.


Baca juga: Pantang Pasrah, Deng Ical Bisa Saja Rebut Golkar dari Danny


Keinginan Golkar menjadikan Zunnun sebagai pendamping Danny kabarnya tinggal menunggu kesepakatan dengan Partai NasDem selaku partai yang turut merekomendasikan Danny.

 

Jika kedua partai tersebut berkoalisi, maka syarat minimal pencalonan di Pilwalkot Makassar sudah cukup dengan jumlah kursi 6 (NasDem) dan 5 milik Golkar di DPRD Makassar.


Penulis: Andi Frandi/A

 

Flower

 

loading...