Skip to main content

Wujudkan Papua Terang, PLN Gandeng 5 PTN, TNI AD dan LAPAN

a
Foto bersama usai Penandatanganan Kerjasama PLN yang berlangsung di Jakarta dan pelepasan tim ekspedisi Papua Terang (ist)

KABAR.NEWS, Jakarta  - Perusahaan Listrik Nasional (PLN) meneken kerja sama dengan 5 (lima) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam rangka peningkatan rasio elektrifitas untuk Papua Terang, di Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Lima PTN itu antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) serta Universitas Cendrawasi (Uncen).

Melalui rilis yang diterima KABAR.NEWS, diketahui selain menggandeng kerja sama dengan 5 PTN, PT PLN juga menggandeng TNI AD dan Lembaga Penerbangam dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam upaya mewujudkan misi Papua Terang.

Menurut data PLN, ada sekitar 1.200 desa yang akan dilistriki PLN di Provinsi Papua dan Papua Barat pada tahun ini dimana di antaranya adalah 415 desa yang akan disurvei oleh peserta Ekspedisi Papua Terang. 

Total peserta yang akan mengikuti Ekspedisi Papua Terang ada lebih dari 500 orang yang terdiri dari mahasiswa dari 5 PTN, akademisi, pegawai PLN yang menjadi relawan, TNI AD dan LAPAN yang akan disebar ke 415 desa dari 5 posko yang dituju, yaitu: Posko Jayapura, Posko Wamena, Posko Nabire, Posko Timika, dan Posko Merauke. 

"Selamat menjalankan tugas, selamat sampai tujuan, jaga kesehatan, terus semangat, semoga selalu diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT. Dan, semoga seluruh tim dapat menyelesaikan tugas tepat waktu serta kembali dengan selamat tidak kurang suatu apapun. Semoga keberanian dan ketulusan rekan-rekan menjadi ladang kebaikan dan bagian dari kontribusi kolektif mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat melepas tim ekspedisi Papua Terang.

Tim Ekspedisi Papua Terang ini berangkat Sabtu (28/7/2018) kemarin dan membantu PLN untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Papua dan menjalankan survei yang mencakup survei data desa, survei potensi energi baru dan terbarukan, serta survei pembangunan sistem kelistrikan desa. Hasil dari kegiatan ini menjadi masukan bagi PLN untuk mengakselerasi pembangunan kelistrikan di Papua berdasarkan potensi dan kearifan lokal di masing-masing lokasi. 

Bumi cendrawasih ini ditargetkan dapat terlistriki oleh PLN hingga 99% di 2019. Kondisi kelistrikan Papua dan Papua Barat saat ini memiliki daya mampu pembangkit sebesar 358,41 MW dengan beban puncak 294,24 MW, transmisi sepanjang 218 kms dan gardu induk berkapasitas 144 MVA. Untuk rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat saat ini adalah 30,39%. Untuk itu, PLN akan terus melistriki desa di Tanah Papua tanpa terkecuali. 

Sementara Pembantu Rektor III Uncen Dr. Jonathan Kiwasi Waroromi M.Si. merasa bangga karena mahasiswa dan akademisi dapat ikut berpartisipasi membangun negeri.

"Ini semacam terobosan dan inovasi bagi kami. Ini hal besar karena seluruh komponen bangsa perlu dilibatkan. Kami melihat ini merupakan hal yang positif karena mahasiswa dan PTN sebagai penggerak bukan hanya penonton. Saya terharu melihat banyak anak-anak muda yang terlibat. Kami ucapkan terima kasih bagi pemerintah dan PLN karena adanya program ini semoga berguna bagi seluruh rakyat Papua dan Indonesia," kata Jonathan.

Sebelum berangkat ke Papua dan Papua Barat pada 28 Juli 2018, para peserta diberikan pembekalan mulai dari pembangunan jiwa korsa dari TNI AD, pengenalan masyarakat papua dan topografi wilayah dari Papua Center UI, pemanfaatan data pengindraan jauh dari LAPAN dan workshop fotografi dan jurnalistik dari pakar media massa. 

Selain itu, peserta juga diberikan vaksinasi dan penyuluhan kesehatan serta asuransi kesehatan selama melaksanakan ekspedisi dua bulan kedepan.

  • Andi Frandi

 

loading...