Skip to main content

 Walhi Sulsel Desak Kepolisian Selidiki Tumpahan Solar Ke Laut 

 Walhi Sulsel Desak Kepolisian Selidiki Tumpahan Solar Ke Laut 
Kasat Shabara Polres Parepare, AKP. Anwar memperlihatkan seoker ikan mati  dampak tumpahan solar yang mencemari perairan cempae parepare pada kamis 10 januari lalu. (KABAR.NEWS/Amir)

KABAR.NEWS,Parepare- Pasca tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang kini mulai mencemari sebahagian wilayah perairan cempae Parepare, Sulawesi selatan,Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel mendesak pihak kepolisian menyelidiki kejadian tersebut yang dapat merusak biota Laut.

 

Tumpahan minyak solar yang diketahui berasal dari sebuah kapal tangker yang mengalami kebocoran saat melakukan bongkar muat di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Parepare pada kamis lalu, mengakibat tumpahan minyak tersebut merembes ke perairan cempae parepare dan mencemari laut cempae.

 

 

Akibat kejadian ini, salah satu organisasi  independen lingkungan hidup yakni Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) sulsel mendesak kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kepolisian segera menyelidiki tumpahan minyak yang mencemari perairan cempae parepare, karena dapat merusak lingkungan serta biota yang ada di laut.

 

"Atas nama Walhi kami mendesak kepada penegak hokum dalam hal ini pihak kepolisian agar menyelidiki kejadian ini, dengan melakukan kajian secara meyeluruh dan konfrehensif karena diketahui sebelumnya kejadian seperti ini pernah terjadi pencemaran-pencemaran lingkungan, sayas yakin dan mengharapkan kerjasama dari pihak penegak hokum untuk supaya melakukan upaya-upaya serius dalam menyelidiki yang paling utama menemukan actor dibalik ini,” tegas Alamin Direktur WALHI Sulsel, Sabtu (12/1/2019).

 

Tak hanya itu Direktur walhi sulsel juga menyayangkan kejadian ini bisa terjadi pasalnya PT. PERTAMINA yang merupakan perusahaan ramah lingkungan namun pihak PT PERTAMINA parepare harus bertanggung jawab atas dugaan kelalaian. 

 

  • Amir