Skip to main content

Walhi Bongkar Bisnis Prabowo di atas Tanah 120 Ribu Hektare di Aceh

Walhi Bongkar Bisnis Prabowo di atas Tanah 120 Ribu Hektare
Petani memanen getah pinus diareal hutan produksi milik PT. Tusam Hutani Lestani di kawasan Selure, Aceh Tengah. (Dok. Aceh Kita)

KABAR.NEWS, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengungkap unit bisnis di atas tanah seluas 120 ribu hektare milik Prabowo Subianto yang berlokasi di Aceh Tengah.


Baca juga: Disinggung Jokowi, Prabowo Akui Punya Tanah 220 Ribu Hektare, Tapi...

Direktur Walhi Aceh, M. Nur mengatakan, di lahan seluas 120 ribu hektare itu, berdiri PT Tusam Hutani Lestari atau PT THL, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perusahaan perkebunan. Salah satu komisaris perusahaan ini adalah Edhy Prabowo.


"Pada awalnya, PT THL ini berkewajiban menyediakan dan memasok bahan baku kayu kepada industri hasil hutan, yaitu PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Dalam rentan waktu lima belas tahun terakhir, PT THL tidak melakukan operasi secara normal, dikarenakan PT KKA tidak beroperasi," kata M Nur, dikutip dari Detik, Senin (18/2/2019).


Kantor PT THL di Aceh Tengah. (Google Maps)
Kantor PT THL di Aceh Tengah. (Google Maps)

Dijelaskan M. Nur bahwa PT THL memiliki zin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tamanan Industri (IUPHHK-HTI) berdasarkan SK.556/KptsII/1997 dengan luas areal kerja 97.300 hektare. Izin perusahaan tersebut akan berakhir pada tanggal 14 Mei 2035.


"Kemudian PT THL diarahkan untuk memasok kebutuhan kayu lokal. Tetapi PT THL tidak melakukan itu," jelasnya.


Diketahui, debat capres kedua di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019) Prabowo Subianto tak menampik jika dirinya memiliki lahan seluas 120 ribu hektare di Aceh Tengah.


"Mengenai tanah, itu benar, itu HGU. Jadi setiap saat negara bisa ambil alih kembali, kalau untuk negara saya kasi. Daripada jatuh ke asing, lebih baik saya kelola sebagai seorang nasionalis patriot," tandas Prabowo.


M Nur melanjutkan, alokasi kayu untuk PT THL dikurangi pada tahun 2016 sebesar 35.000 m3 karena tidak bisa meningkatkan kinerjanya. Namun dari jumlah alokasi tersebut, PT THL hanya mampu memproduksi sekitar 700 m3. 


"Ini merupakan dosanya PT THL, terlebih PT THL memiliki kewajiban untuk menanam berdasarkan jumlah potong, tapi data tersebut tidak tersedia," ujar M Nur.


Baca juga: Soal Maritim, Prabowo Sebut Jokowi Hanya Terima Laporan yang Bagus-bagus

Bahkan kata M Nur pengelola perusahaan menelantarkan kawasan lahan tersebut sehingga menjadi tidak produktif. Lokasi kerja PT THL sebagian besar berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Saat ini, kondisi areal tersebut telah dirambah warga dan banyak terjadi aktivitas illegal di dalamnya.


"Setiap malam keluar kayu dari areal kerja PT THL yang dilakukan oleh pelaku ilegal logging. Kondisi ini ibarat membuka kios dalam toko. Kalaupun tidak dikelola seharusnya jangan diberi ruang untuk aktivitas illegal," ungkapnya.
 

 

loading...