Skip to main content

Viral Perkelahian Siswi di Maros, Kepsek SMP 1 Maros: Karena Salah Paham

SMP 1 Maros
Perkelahian pelajar perempuan Tingkat menengah pertama di Maros.

 

KABAR.NEWS, Maros - Video perkelahian siswi di Maros viral di media sosial (medsos). Perkelahian terjadi pada Minggu (10/2/2019) kemarin di lokasi Car Free Day, Jalan Gladiol Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.


Dari rekaman video berdurasi sekitar 30 detik itu, salah seorang siswi dibuntunti dari belakang disertai teguran menggunakan kata-kata yang tidak pantas. Dengan perasaan emosi siswi yang ditegur kemudian membalas kalimat yang sama kemudian terjadilah perkelahian hingga salah seorang rekan dari mereka ikut membantu.


Baca Juga:


Belakangan diketahui, perkelahian itu melibatkan dua orang pelajar siswi kelas VII SMP 1 Maros, dan dua siswi kelas IX PGRI 2 Maros. 


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP 1 Maros, Jabaruddin Pasuloi, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, hal itu terjadi akibat kesalahapahaman antara siswi saat berada di lokasi CFD.


“Perkelahian itu benar dari siswi disini, ada dua orang dan lainnya itu dari sekolah SMP PGRI 2. Itu terjadinya hari Minggu pada saat acara car free day dan itu spontan dilakukan oleh anak-anak disebabkan karena adanya kesalahpahaman dengan kata-kata yang tidak senonoh diucapkan sehingga memicu emosi anak kita yang labil secara phsikologis sehingga terjadilah itu  yang sempat direkam temannya sendiri,” paparnya, Senin (11/2/2019). 


Atas kejadian tersebut, Jabaruddin kemudian melakukan mediasi dengan orang tua para siswi bersama siswi yang terlibat perkelahian, setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.


“Hasilnya mereka sudah mengganggap ini sudah selesai karena ini persoalan anak dan pemicunya hanya karena kesalahpahaman dari perkataan ejek mengejek, dan mereka ini sudah didamaikan,” Katanya.


Jabaruddin juga menjelaskan, jika para siswi yang terlibat perkelahian itu sebelumnya saling kenal sejak dulu, perkelahian terjadi secara spontan pada mereka akibat kalimat yang tidak sepantasnya diucapkan.


"Kita juga sudah buatkan pernyataan tertulis yang ditanda tangani orang tua, dengan jika mereka mengulangi akan ada sanksi yang lebih berat," Paparnya.


Aksi perkelahian yang sempat viral di sosial media antar pelajar putri di sekolah tingkat menengah pertama itu, juga disayangkan oleh warga. 

  • Asiz

 

loading...