Skip to main content

Terungkap, Begini Kronologis Insiden Maut Pembakaran Keluarga Sanusi di Tinumbu

Terungkap, Begini Kronologis Insiden Maut Pembakaran Keluarga Sanusi di Tinumbu
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar (KABAR.NEWS/Andi Frandi)

KABAR.NEWS, Makassar - Insiden maut yang menewaskan keluarga H Sanusi di Tinumbu pada Senin (6/8/2018) dini hari lalu hingga saat ini masih menjadi sorotan publik. Pasalnya, belakangan ini sedikit demi sedikit kasus tersebut terungkap.

Awalnya, H Sanusi bersama istrinya yakni Bodeng (65), serta anaknya Musdalifa (30), dan tiga cucunya yakni Fahri (24), Namira Ramadina (20) dan Hijas (2,5) tewas terpanggang akibat kebakaran. Namun siapa sangka bahwa mereka tewas ternyata bukan akibat kebakaran pada umumnya, melainkan dibakar oleh sekelompok geng narkoba di Makassar. 

Usai dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa otak pelaku ternyata seorang napi yang mendekam didalam Lapas Makassar yang bernama Ampuh. Sementara yang menjadi eksekutor yakni sekelompok geng atau suruhan tersangka Ampuh, saat ini Polrestabes Makassar telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka. 

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar saat ditemui beberapa saat lalu menjelaskan secara rinci kronologis kejadian. Katanya, motif dari peristiwa ini dimana Fahri (korban) terlibat hutang piutang narkoba jenis sabu dengan Ampuh. 

"Jadi Ampuh ini meskipun berada didalam Lapas, dia juga aktif mengendalikan peredaran sabu diluar, ia berkomunikasi dengan anak buahnya melalui handphone," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Senin (13/8/2018). 

Singkat cerita, Fahri diduga tidak membayar hutang sabu kepada Ampuh senilai Rp 29 juta, akhirnya Ampuh memerintahkan anak buahnya untuk menagih namun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya Ampuh menyuruh anak buahnya untuk menghabisi nyawa Fahri.

"Ada 4 handphone (hp) yang digunakan Ampuh dalam menjalankan bisnisnya diluar Lapas, hp itu didapatnya dari dalam situ (Lapas). Jadi Fahri ini ambil barang (sabu) sebanyak 9 paket, karena tidak dibayar akhirnya berujung pada pembakaran, dalam kasus ini ada case penganiayaan, dan pembakaran yang menyebabkan matinya korban, tapi motifnya sama," sambung Irwan. 

Saat ini, penyidik Polrestabes Makassar terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu semua pelaku yang terlibat. 

 

  • Andi Frandi