Skip to main content

Stok Melimpah, SYL : Sulsel Siap Pasok Kelebihan Beras ke Provinsi Lain

Syl
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kepala Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Dirjen Kementan) Sumarjo Gatot Irianto, Kepala Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan, Lusiana Gobel dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto melakukan operasi pasar di dua pasar utama Kota Makassar, pasar Pabaeng-baeng dan pasar Terong, Sabtu (13/1/2018)


SYL di lapangan mengecek langsung harga dan menanyakan kondisi beras kepada para pembeli dan pedagang, mengecek mobil pengangkut dan gudang Bulog. 


Harga beras di Sulsel sendiri diyakini merupakan harga terendah di Indonesia, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dimana di Sulsel Rp 9.145/Kg, sedangkan HET Pemerintah Rp 9.450/Kg.


"Kita sudah cek di lapangan, stok aman, ketahahan untuk 20 bulan ke depan, Sulsel juga siap mengirim beras seluruh provinsi yang ada di Indonesia,  kita tinggal menunggu perintah Presiden RI melalui menteri," ungkap SYL ditemui usai melaksanakan Operasi pasar.


Lebih jauh, SYL menerangkan jika stok beras yang dimiliki Sulsel sebanyak 82.000 ton dan telah over stok sebanyak 2,6 juta ton. Stok tersebut akan kembali berlimpah dengan panen beras pada 17 Januari mendatang. 


"Rencana impor yang dicanangkan tidak haram, kita maklumi kondisi yang ada. Ketersedian kita di Sulsel merupakan bagian dari emergency system, semua bupati bekerja keras, Sulsel bisa suplai daerah lain," sebutnya. 


Kepala Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian (Dirjen Kementan) Sumarjo Gatot Irianto mengungkapkan temuan di lapangan menyatakan beras yang ada di Sulsel telah dijual di bawah HET dan beras kualitas premium di jual dengan harga kualitas medium. 


Saat ini, Pemprov dan Bulog serta Satgas Polda Sulsel terus melakukan koordinasi sekaligus membantu provinsi lain. Dinyatakan pada bulan Januari 2018, Sulsel telah melaksanakan suplai ke DKI Jakarta dengan mengirim 50.000 ton. 


Sementara itu, untuk Kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu,  Jambi, Karawang dan Provinsi Maluku sebesar 1.000 ton, Papua 2.000 ton, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masing-masing 1.000 ton.

 
Miftahul Khaeriyah