Skip to main content

Setuju Dihibahkan, Gubernur Singgung Peruntukan Al Markaz Bukan untuk Dikomersilkan

Masjid Al Markaz
Masjid Al Markaz Makassar / (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sepakat untuk mencari formula hukum agar Masjid Al Markaz Al Islami dapat dihibahkan pada pengelola. 

 

Kendati dalam penyampaiannya pada DPRD, Selasa (17/9/2019), lelaki bergelar Professor ini menyinggung peruntukan Al Markaz bukam untuk dikomersilkan. 

 

Menurutnya sejarah Al Markaz dimulai dari cita-cita luhur almarhum Jendral Yusuf dimasa lalu yang hendak membangun pusat Islam di Indonesia Timur.

 

“Dan disambut baik oleh Gubernur Sulsel saat itu yakni Almarhum H Andi Amiruddin yang ingin membuat pusat pengembangan peradaban Islam di Indonesia Timur. Olehnya, pihak kami diminta untuk mencari formula hukum yang tepat sebelum menghibahkan ini,” ujarnya.

 

Nurdin Abdullah menyinggung peruntukan hibah Masjid Al Markaz ini harus sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Nomor 3/1997.

 

"Menurut pasal 398 Perda Nomor 3 tahun 1997 menyatakan bahwa hibah barang milik daerah dilakukan dengan pertimbangan untuk kepentingan sosial, budaya keagamaan, kemanusiaan dan pendidikan yang bersifat non komersial," terangnya.

 

Baca juga : Yayasan Al Markaz Mohon Hibah Lahan Pemprov, JK Jelaskan Ini ke Pansus

 

Lebih lanjut, Nurdin juga mengaku mendapatkan rekomendasi agar berkoordinasi dengan kejaksaan untuk mengantisipasi klaim pihak lain dan menyerahkan pada DPRD untuk membahas proses hibah Al Markaz.

 

"Berdasarkan koordinasi pada Korsupgah, kami diminta juga untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan dan DPRD untuk mengantisipasi adanya klaim pihak lain dalam proses hibah ini," ugkapnya. 

 

(Chaidir/CP/B)

 

 

 

loading...